Begini Kondisi Ruang Pasien COVID RSUD Depok, Bed ICU Sisa 1

RSUD Depok menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID Depok. (DepokToday.com)
RSUD Depok menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID Depok. (DepokToday.com)

SAWANGAN- Jumlah pasien COVID-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kota Depok sampai saat ini terus bertambah. Bahkan, khusus untuk ruang ICU hanya tersisa satu tempat tidur.

“Kondisi RSUD di Minggu terakhir itu peningkatannya tajam, lumayanlah peningkatan-nya agak berlebihan dari yang sudah-sudah,” Direktur RSUD Depok, Devi Maryori Kamis, 17 Juni 2021.

Ia menjelaskan, sampai dengan hari ini, sudah ada sekira 107 pasien COVID terkonfirmasi, sisanya di tempat isolasi dan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Untuk ICU 88 persen BOR (bed occupancy ratio) kami. ICU tinggal 1 dari delapan bed,” katanya.

Baca Juga: Data COVID Depok Hari Ini 401 Kasus, Meninggal 6 Orang  

Awalnya, RSUD hanya punya dua bed ICU untuk COVID, namun telah ditambah menjadi enam bed. Kemudian ditambah lagi hingga sembilan bed. Satu di antaranya khusus untuk bayi.

“Nah sembilan bed tuh satu di antaranya ada untuk bayi (untuk dewasa 8). Sekarang dewasa ada satu yang kosong di ICU kami. Jadi sudah tujuh bed yang terisi sekarang. Terkait BOR sudah 58 persen ya, untuk BOR isolasi. Kalau di atas 60-80 persen baru kuning ya.”

Strategi RSUD Depok

Devi menjelaskan, peningkatan kasus secara signifikan terjadi sejak sepekan terakhir ini.

“Naiknya pelan-pelan di Minggu 1-2 habis lebaran, naik sedikit, kira-kira 20 persen terisi, kemudian naik 22 persen, ke 25 persen. Minggu ke-empat naik jadi 30,40, sampai kemarin 50 persen,” tuturnya

Sedangkan untuk bed atau tempat tidur perawatan, dari 128 bed saat ini sudah terisi 58 persen.

“Kita kondisikan untuk pasien COVID itu 128 bed di empat tempat ya, ada di lantai 7, 8 full, lalu di Ruang Kenanga dan ICU.”

Devi mengaku pihaknya telah menyiapkan segala kemungkinan jika trend kasus terus melonjak.

“Kalau andaikata kita liat tendensinya meningkat, kita sudah antisipasi juga. Mulai memikirkan apakah ruang perawatan umum akan kita pakai separuhnya. Intinya sudah ada kepikiran akan hal itu dan mitigasi ke arah sana,” katanya. (rul/*)