Begini Kesaksian Perwira TNI-Polri Usai Disuntik Vaksin

0
539
Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar (kiri), Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna (tengah), bersama Dandim 0508 Depok, Kolonel Inf Agus Israk Miraj usai disuntik Vaksin Sinovac (Istimewa)

MARGONDA- Beberapa perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mendapat giliran pertama menjalani suntik Vaksin Sinovac di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Depok, pada Kamis 14 Januari 2021.

Mereka berjumlah 10 orang. Di antaranya adalah Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Imran Edwin Siregar dan Dandim 0508 Depok, Kolonel Inf Agus Israk Miraj.

Lalu seperti apa pengalaman dua perwira Polri dan TNI itu ketika menjalani vaksinasi tersebut.

“Saya kira biasa aja, malah lebih sakit Vaksin Miningitis kalau kita mau umrah, kan tebal (jarumnya), nah kalau ini enggak,” kata Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Imran Edwin Siregar

Baca Juga: Warga Depok Pertama yang Disuntik Vaksin Sinovac, Pradi Aman

Ia mengaku tidak ada persiapan khusus ketika mengikuti serangkaian suntik vaksin tadi pagi.

“Istirahat aja yang cukup saja, banyak minum air putih, sudah siap itu aja enggak sakit kok,” katanya

Senada dengan Imran, Dandim 0508 Depok, Kolonel Inf Agus Israk Miraj pun mengaku proses penyuntikan tidak terasa sakit.

“Alhamdulillah enggak sakit, seperti yang Pak Kapolres sampaikan, tadinya sempat kita berpikir seperti apa, tapi ternyata tidak terasa,” katanya

Agus mengimbau, agar masyarakat tidak perlu ragu atupun khawatir dengan vaksin yang telah dinyatakan aman oleh MUI dan BPOM itu.

“Untuk masyarakat enggak usah khawatir, enggak usah ragu, enggak usah takut, silahkan datang ditempat yang sudah ditentukan, ayo kita sukseskan program vaksin dari pemerintah pusat,” tuturnya

Untuk diketahui, Depok sendiri mendapat jatah Vaksin Sinovac tahap awal sebanyak 11.140 botol.

Setelah perwakilan Forkopimda, tokoh agama dan tokoh komunitas yang totalnya berjumlah 10 orang tadi, vaksin selanjutnya akan disalurkan untuk tenaga kesehatan sebelum akhirnya dibagikan ke masyarakat umum pada gelombang berikutnya. (tdr/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here