Begini Jawaban UI Soal Misteri Tewasnya Akseyna

Peringkat UI Versi Webomatrics
Kampus Universitas Indonesia (UI). (Foto: Dok. Media Relation UI)

DEPOK- Pihak Rektorat Universitas Indonesia (UI), akhirnya buka suara terkait misteri tewasnya Akseyna Ahad Dori alias Ace, salah satu mahasiswa Fakultas MIPA, yang ditemukan meregang nyawa di Danau Kenanga UI, Depok, enam tahun lalu.

Kepala Biro Humas dan KIP UI, Amelita Lusia, menegaskan, secara normatif dan legal, kasus itu telah diserahkan sepenuhnya pada Kepolisian sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam menangani kasus seperti itu.

“Namun tentu saja UI akan mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Kepolisian,” ujarnya dikutip pada Senin 29 Maret 2021

Baca Juga: Kenyang Janji, Ayah Akseyna: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Jika pun ada yang harus dilakukan oleh UI, Amelita berjanji, pihaknya akan bersikap kooperatif.

“Semua tentu atas arahan pihak Kepolisian yang memiliki kewenangan atas penyelesaian kasus ini,” katanya

Sementara itu, Marsekal Pertama TNI AU, Mardoto (ayah Ace) mengatakan, dari awal, UI cenderung tidak berada di pihak Ace, sebagai salah satu mahasiswanya.

“UI sulit diharapkan. Bantuan hukum malah diberikan kepada pihak-pihak yang lain, yang terkait kasus ini juga. Ya, ada dosen yang aneh, di medsos nulis banyak tentang Ace, yang cenderung mendiskreditkan Ace. Sudah saya laporkan. Enggak tahu tindak lanjutnya,” katanya

Namun demikian, Mardoto kembali meyakini, jika kasus itu akan segera terungkap.

“Insya Allah tidak ada kejahatan yang sempurna. Pasti ada satu titik sebagai bukti pembuka. Saya masih optimis terungkap, entah kapan waktunya.”

Untuk diketahui, Ace ditemukan tewas dengan kondisi mengambang di Danau Kenanga UI, pada Kamis pagi, 26 Maret 2015, lalu. Dari hasil penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi mendapati sejumlah kejanggalan.

Di antaranya, terdapat sejumlah batu di dalam tas gemblok yang dikenakan Ace saat ditemukan tak bernyawa.

Kemudian polisi mendapati surat yang diduga ditulis oleh dua karakter berbeda di kamar indekos Ace di wilayah Beji, Depok. Selain itu, penyidik juga mendapati ada beberapa luka lebam, dan tanda bekas seretan di bagian sepatu mahasiswa UI tersebut.

Tak hanya itu saja, pada paru-paru ditemukan cairan yang menandakan jika korban masih dalam keadaan bernafas di danau tersebut sebelum akhirnya ditemukan terbujur kaku.

Dengan sederet temuan itu, spekulasi yang awalnya mengarah pada dugaan bunuh diri pun akhirnya terbantahkan.

Polisi menyimpulkan, jika mahasiswa MIPA jurusan Biologi itu adalah korban pembunuhan. Namun sayangnya, kasus itu sampai sekarang belum juga menemukan titik terang. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here