Begini Cara Petugas Rutan Depok Lindungi Napi dari Bahaya Corona

Antisipasi Corona, sebanyak 700 narapidana berjemur di lapangan utama Rutan Depok. (ISTIMEWA)
Antisipasi Corona, sebanyak 700 narapidana berjemur di lapangan utama Rutan Depok. (DepokToday.com)

CILODONG– Berbagai cara telah dilakukan petugas rumah tahanan negara atau Rutan dan lembaga pemasyarakatan untuk menangkal penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Diantaranya adalah dengan memberlakukan sistem lockdown.

Salah satunya seperti yang diterapkan di Rutan Depok, Jawa Barat. Di tempat itu, petugas juga menerapkan sistem penjagaan yang ekstra ketat, khususnya dari segi kesehatan. Kebijakan ini diberlakukan dari mulai pintu gerbang utama hingga ke area gedung warga binaan atau narapidana.

Bukan itu saja, sekira 700 narapidana yang mendekam di tempat ini juga wajib berjemur massal pada pukul 09:00 WIB. Kepala Rutan Kelas I Depok, Dedy Cahyadi menuturkan, selain berjemur massal bersama petugas, pihaknya juga menyediakan ekstra fooding hingga perlengkapan mandi anti septik untuk sejumlah warga binaan tersebut.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan imunitas dan perilaku hidup sehat serta sebagai bentuk perhatian dan kepedulian petugas kepada para warga binaan yang berada disini yang pada akhirnya akan membentuk pola keamanan dinamis,” katanya pada Rabu 1 April 2020

Dedy menjelaskan, kegiatan itu berlangsung di lapangan utama Rutan Depok. “Kegiatan diawali dengan berjemur di bawah sinar matahari selama kurang lebih 30 menit, dilanjutkan dengan pengarahan dari saya, terkait perilaku hidup bersih dan perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19,” ujarnya

Petugas lindungi narapidana dari bahaya Corona (istimewa)

Lebih lanjut Dedy menegaskan, terkait dengan darurat Covid-19, pihaknya telah melakukan pembatasan layanan kunjungan langsung dan mengalihkannya menjadi kunjungan virtual berupa layanan video call yang fasilitasnya telah disiapkan secara khusus dan gratis namun dilakukan secara bergilir dengan batas waktu yang telah ditentukan.

Kebijakan ini juga berlaku untuk para warga binaan yang sedang melalui proses persidangan. “Iya, sidang dilakukan secara online yakni terintegrasi dengan instansi-instansi terkait.” (rul/*)