Begini Cara Pemkot Depok Mengetuk Pintu Langit Agar Pandemi COVID-19 Berlalu

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggelar Istighotsah Kubro bertajuk Mengetuk Pintu Langit Untuk Hilangnya Covid-19 di Masjid Agung Balai Kota Depok.(Foto: DepokToday/Eru)

BALAI KOTA—Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggelar Istighotsah Kubro bertajuk Mengetuk Pintu Langit Untuk Hilangnya Covid-19 di Masjid Agung Balai Kota Depok, Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas, Selasa 19 Januari 2020.

Dibaca Juga: https://depoktoday.hops.id/sejumlah-masjid-di-depok-tutup/

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengatakan istighotsah ini adalah bagian dari implementasi program 2I3M3T.

“2I Adalah Iman dan Imun dalam bentuk sikap kepasrahan dan ketundukan kepada Allah SWT, Sang Penguasa Pelindung Yang Maha Bijaksana. Caranya dengan munajat dan doa berjemaah, dalam menghadapi pandemi di negeri kita, khususnya dengan kondisi di Depok,” ujar Idris.

Harapan dari pelaksanaan istighotsah tersebut, katanya lagi, adalah datangnya anugerah Allah SWT berupa pertolongan dan perlindungan kepada bangsa Indonesia, khususnya warga Depok.

“Di samping tentunya, usaha-usaha dan ikhtiar yang kuat agar bisa keluar dari musibah dan bencana ini, serta selamat dari bencana-bencana lainnya yang menimpa bangsa kita,” tuturnya.

Lebih lanjut Idris mengajak seluruh pemimpin dan masyarakat untuk segera bertaubat atas dosa-dosa serta meminta ampunan kepada Allah SWT atas kezaliman dan kekhilafan.

“Berharap acara ini dapat menjadi inspirasi bagi semua warga dan seluruh pemimpin bangsa dan negara ini. Kita menyadari kesalahan-kesalahan pribadi dan kolektif, baik yang disengaja maupun tidak disengaja,” paparnya.

Kegiatan tersebut dapat dilakukan pula oleh masyarakat di bawah bimbingan tokoh agama masing-masing dan diimbau dilakukan secara virtual, baik di tingkat Kampung Siaga atau kecamatan.

“Semoga mobilisasi doa dan munajat ini mampu mengetuk pintu langit sehingga bercucuran rahmat Allah SWT dan keberkahan kepada bangsa dan negara kita, khususnya terhentinya penularan Covid-19, karena kita bisa hidup aman, sehat dan nyaman dalam kebahagiaan,” pungkasnya.

(eru)