Begini Cara Kreatif Polisi Hadapi 89 Titik Bencana di Depok

Polisi siaga banjir dan longsor (DepokToday, Rul)

MARGONDA– Polres Metro Depok telah menyiapkan sejumlah personil untuk penanggulangan bencana akibat cuaca ekstrem sejak beberapa bulan terakhir. Berdasarkan catatan kepolisian, sedikitnya ada 89 titik rawan banjir dan longsor di kota tersebut.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah mengungkapkan, satuan tugas (Satgas) khusus bencana itu terdiri dari Satuan Sabhara, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) dan sejumlah personil dari masing-masing Polsek yang ada di wilayah hukum Kota Depok, Jawa Barat.

“Kita ketahui bahwa cuaca saat ini masih belum stabil. Artinya potensi bencana seperti banjir, longsor dan angin puting beliung masih berpotensi terjadi, khususnya di Kota Depok,” katanya usai memimpin apel kesiapsiagaan kewaspadaan di lapangan utama Polres Metro Depok pada Rabu 26 Februari 2020

Azis menekankan, dengan kesiapsiagaan dan kewaspadaan musibah ini, diharapkan para personil sudah siap memberi pertolongan pertama. “Kami berharap Polres Metro Depok jadi pihak yang menolong pertama, tapi kami harapkan jangan sampai ada bencana lagi.”

Dirinya menyebut, berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), ada 89 titik rawan bencana di Kota Depok. Diantaranya adalah potensi banjir dan longsor.

“Terkait banjir ada beberapa perumahan di sepanjang sungai yang melintasi Depok, seperti Ciliwung, Pesanggarahan, Krukut, Grogol. Kemudian daerah perbukitan juga jadi potensi longsor. Di mana ada perumahan yang membangun di lereng perbukitan,” ujarnya

Polisi Kreatif

Polisi siaga banjir (DepokToday,Rul)

Terkait dengan persoalan banjir, Azis mengaku pihaknya telah memiliki sejumlah perahu karet, pelampung, tali, lampu senter dan alat selam. Tak hanya itu, Azis juga menginstruksikan jajaranya untuk berinovasi atau kreatif membuat alat bantuan dari bahan yang mudah didapat sebagai langkah darurat untuk memberi pertolongan.

“Kami mendorong setiap satuan di polsek dan di Polres Metro Depok untuk berinovasi membuat perlengkapan, setidaknya untuk bantuan pertolongan pertama. Salah satunya seperti keahlian membuat rakit. Ini sengaja kami buat karena bencana terakhir, beberapa perahu karet kami rusak terkena seng atau atap rumah,” ucapnya

“ Jadi, jangan sampai ada warga yang butuh bantuan, tapi kami tak bisa berbuat apa-apa karena kekurangan perlengkapan. Alhasil kami dorong untuk mencari ban bekas untuk pelampung, lalu ada rakit yang sudah kami uji di beberapa situ (danau). Artinya sudah siap untuk memberikan pertolongan pertama,” timpalnya lagi. (rul/*)