Begini Alur Pencoblosan dan Pengamanan TPS Pilkada 2020

Jajaran Polsek Sukmajaya menggelar simulasi pengamanan TPS (Istimewa)

SUKMAJAYA- Guna mencegah terjadinya penyebaran COVID-19 ketika pencoblosan, sejumlah aparat dari Polsek Sukmajaya menggelar simulasi pemungutan suara pada ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Simulasi yang dimpimpin langsung oleh Kapolsek Sukmajaya, Ajun Komisaris Polisi Ibrahim J Sadjab itu diikuti oleh sejumlah personil dan berlangsung di area parkir Polsek Sukmjaya pada Selasa 24 November 2020

Rangkaian kegiatan simulasi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi langkah pertama adalah area TPS dilakukan penyemprotan disinfektan, kemudian pemilih datang ke TPS dengan memakai masker,” kata Ibrahim

Baca Juga: KPU Siapkan 1.262.051 Surat Suara untuk Pilkada Depok

Ia menjelaskan, sebelum masuk ke TPS, pemilih wajib dilakukan pemeriksaan cek suhu tubuh menggunakan termogun. Kemudian, pemilih melakukan cuci tangan ditempat yang telah disediakan oleh pihak panitia.

Selanjutnya, pemilih wajib memakai hand sanitizer dan sarung tangan. Berikutnya, pemilih harus menyerahkan undangan dari KPPS.

“Pemilih harus antri ditempat yang sudah disediakan dan tetap jaga jarak

Sebelum akhirnya melakukan pencoblosan didalam bilik suara.”

Setelah itu, pemilih memasukan surat suara ke kotak yang telah disediakan “Terakhir, pemilih diteteskan tinta oleh petugas. Jadi tidak dicelup ya,” katanya

Kapolsek Sukmajaya AKP Ibrahim memimpin simulasi pengamanan TPS (Istimewa)

Lebih lanjut Ibrahim mengatakan, selama proses pemilihan suara berlangsung, petugas pam tidak boleh berada di dalam area TPS.

“Yang berada di dalam area TPS antara lain KPPS 7 orang, saksi paslon dua orang dan pengawas TPS satu orang,” jelasnya

Apabila ada permasalahan di dalam TPS itu kewenangan Ketua KPPS, petugas pam tetap berada diluar area TPS.

“Petugas pam tidak boleh menyentuh atau memegang kotak suara yang berisi surat suara. Petugas pam hanya melakukan dokumentasi apabila ada kejadian,” ucap Ibrahim.

Untuk diketahui, pencoblosan Pilkada Depok dijadwalkan berlangsung pada 9 Desember 2020. Adapun kandidat yang berkompetisi yakni, Pradi Supriatna-Afifah Alia dari nomor urut satu, dan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono nomor urut dua. (rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here