Begal Payudara, Ketua Lingkungan : Sudah Dua Kali Kejadian

Lokasi kejadian begal payudara di kawasan Jalan Mahali, Depok. (Depoktoday.hops.id)
Lokasi kejadian begal payudara di kawasan Jalan Mahali, Depok. (Depoktoday.hops.id)

BEJI – Warga setempat lokasi kejadian begal payudara menyebut, wilayahnya sudah dua kali dilanda kasus yang sama. Korbannya pun sesama penghuni rumah kos yang membentang di sepanjang wilayah tersebut.

Ketua lingkungan setempat, Anto mengaku, tidak menduga wilayahnya menjadi sasaran pria bejat yang selalu melecehkan wanita penghuni kos di lingkungannya.

Baca Juga : Begal Payudara, Saksi Mata : Terjadi Sangat Cepat

“Kita nggak terduga (dua kali), kejadiannya pun sama kayak gitu (oleh pengendara motor),” kata Anto dilokasi, Selasa, 8 Juni 2021.

Anto mengatakan, padahal pihaknya bersama warga sekitar selalu rutin melakukan ronda malam. Namun, menurutnya sang pelaku lebih pintar dengan melakukan aksinya dibawah jam ronda.

“Ngamanin sebetulnya sudah ngamanin (ronda), tapi kejadiannya selalu dibawah jam 00.00, kalo ngeronda itu kan jam 00.00 baru pada ngumpul,” kata Anto.

Baca Juga : Begal Payudara, Saksi Mata : Terjadi Sangat Cepat

Anto pun mengatakan, berkaca dari kejadian itu, pihaknya meminta agar warganya untuk selalu waspada dan melaporkan setiap kejadian kepada pengurus lingkungan.

“Untuk semua ya, tinggal jaga-jaga pribadinya, bakalan ada yang jahat apa nggak kita enggak terduga,” kata Anto.

“Kita udah kasih tahu ke warga juga, kalau ada apa-apa laporan,” tambahnya.

Baca Juga : Begini Penampakan Pelaku Begal Payudara yang Beraksi di Depok

Sebelumnya, begal payudara terjadi di Gang Haji Mahali, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Senin, 7 Juni 2021 malam sekitar pukul 20.50. Seorang perempuan menjadi korban pelecehan seksual dengan cara diremas pada bagian payudaranya.

Kejadian itupun sempat terekam oleh kamera CCTV warga setempat yang viral di media sosial. Dalam video berdurasi 25 detik tersebut, tergambar jelas korban yang langsung berteriak seraya berusaha mengejar pelaku usai dilecehkan, namun tak berhasil. (ade/*)