Bedakan Masalah Keputihan Normal dan yang Tidak, Begini Cara Atasinya

Ilustrasi masalah keputihan. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi masalah keputihan. (Foto: Istimewa)

DepokToday – Masalah keputihan merupakan kondisi vagina mengeluarkan lendir. Perlu diketahui, kondisi ini sebetulnya merupakan cara tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan vagina.

Dilansir dari alodokter, Keputihan normal terjadi pada wanita yang masih mengalami menstruasi. Ibu hamil mungkin akan lebih sering mengalami keputihan akibat perubahan hormon. Ketika wanita mulai memasuki masa menopause, barulah keputihan akan berkurang.

Berhati-hati jika cairan keputihan mengalami perubahan warna, tekstur, dan bau. Kondisi ini dapat menjadi tanda keputihan yang tidak normal yang disebabkan oleh infeksi atau kelainan pada organ reproduksi wanita. Keputihan yang berciri seperti ini sering kali merupakan salah satu ciri penyakit kelamin wanita.

Gejala Keputihan

Keputihan yang tergolong normal akan terlihat dari cairan yang keluar dengan tanda sebagai berikut:

Tidak berwarna atau berwarna putih.

Tidak berbau atau tidak mengeluarkan bau menyengat.

Meninggalkan bercak kekuningan di celana dalam.

Tesktur cairan keputihan dapat berubah tergantung siklus menstruasi.

Untuk keputihan yang tidak normal dapat ditandai dengan:

Cairan keputihan berbeda warna, bau, atau tekstur dari biasanya.

Cairan keputihan keluar lebih banyak dari biasanya.

Keluar darah setelah berhubungan seksual atau di luar jadwal haid.

Keputihan yang abnormal ini dapat disertai dengan keluhan:

Gatal pada area kewanitaan.

Nyeri di panggul atau ketika buang air kecil.

Rasa terbakar di sekitar vagina.

Penyebab Masalah Keputihan

Keputihan yang dialami setiap wanita berbeda-beda, mulai dari jumlah cairan yang keluar hingga warna dan tekstur cairan. Keputihan normal terjadi setidaknya 6 bulan sebelum seorang wanita mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan hormon di dalam tubuh.

Selain karena perubahan hormon, keputihan juga akan normal keluar saat wanita mendapatkan rangsangan seksual, sedang menyusui, atau stres.

Sementara itu, keputihan yang tergolong tidak normal disebabkan oleh vulvovaginitis, atau servisitis akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur. Selain infeksi, keputihan juga dapat menjadi tanda dari kanker rahim atau leher rahim.

Baca Juga: Peneliti Ungkap Konsumsi Kopi yang Tepat untuk Tingkatkan Kesehatan Hati, Begini Caranya

Bila keputihan yang dialami merupakan petanda dari kanker rahim, maka mungkin dokter akan menganjurkan Anda untuk melakukan histerektomi atau bedah pengangkatan rahim.

Sebelum mengambil langkah ini, ada baiknya Anda tanyakan terlebih dahulu apa kelebihan dan kekurangan prosedur tersebut dengan dokter. Saat ini, terdapat asuransi kesehatan yang menyediakan layanan chat gratis bersama dokter spesialis.

Ada beberapa faktor yang membuat seorang wanita rentan mengalami infeksi vagina dan menimbulkan keputihan, antara lain:

Konsumsi pil KB dan obat kortikosteroid.

Menderita penyakit diabetes.

Melakukan hubungan seksual tanpa kondom dan sering berganti pasangan.

Menurunnya sistem kekebalan tubuh, misalnya penyakit HIV.

Terdapat iritasi di dalam atau sekitar vagina.

Menipisnya dinding vagina akibat menopause.

Terlalu sering membersihkan area kewanitaan dengan semprotan air.

Menggunakan sabun atau losion yang mengandung parfum atau pewangi.

Pengobatan Keputihan

Keputihan yang tergolong normal tidak memerlukan penanganan medis secara khusus. Kondisi ini dapat ditangani dengan membersihkan area kewanitaan secara rutin untuk menghilangkan lendir atau cairan.

Sementara, cara mengatasi masalah keputihan yang tergolong abnormal dilakukan berdasarkan penyebab yang mendasari keputihan. Dokter akan memberikan terapi obat untuk mengobati keputihan abnormal, seperti:

Obat antibiotik, seperti clindamycin, untuk menghilangkan bakteri penyebab keputihan.

Antibiotik tersedia dalam bentuk pil atau krim oles.

Obat antijamur, seperti clotrimazole dan miconazole, untuk mengatasi infeksi jamur yang menyebabkan keputihan. Obat ini tersedia dalam bentuk krim atau gel yang dioleskan di bagian dalam vagina.

Metronidazole atau tinidazole, jika keputihan disebabkan oleh parasit penyebab penyakit trikomoniasis.

Selain dengan obat-obatan dari dokter, keputihan juga bisa diatasi dengan obat keputihan tradisional.(lala/*)