Beberkan Hasil Survey, PDIP Pede Tumbangkan PKS di Pilkada

Sejumlah pejabat dan tokoh partai menghadiri Musyawarah Ranting (Musran) PDIP Kota Depok (DepokToday, Rul)

MARGONDA– Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah memastikan bakal menghadapi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Kota Depok. Partai berlambang banteng moncong putih itu tak ingin sendiri, mereka saat ini tengah menggalang kekuatan besar bersama Gerindra.

Dan berdasarkan hasil penjaringan sementara, PDIP Kota Depok telah memiliki tiga kandidat yang bakal diusung sebagai calon wakil wali kota. Mereka adalah Habib Ahmad Riza Al Habsy, Afifah Alliyah dan Bayu Adi Permana. Ketiga nama inilah yang kemudian akan dibawa ketingkat pusat untuk penentuan selanjutnya.

Keputusan pengurus PDIP memilih berada di posisi kedua (wakil) lantaran ingin berkoalisi dengan Gerindra yang digadang-gadang bakal mengusung Pradi Supriatna, salah satu petahana yang sampai saat ini masih menjabat Wakil Wali Kota Depok.

Hal itu pun diakui oleh Sekertaris DPC PDIP Kota Depok, Ikravany Hilman pada wartawan. Dirinya bahkan mengungkapkan, meski bukan dari kalangan publik figur, namun pihaknya optimis ketiga nama yang diusung nanti bisa duet bersama Pradi.

Ketika disinggung bagaimana cara PDIP untuk mendongkrak elektabilitas ketiga kandidatnya itu, Ikravany enggan blak-blakan.

“Banyak caranya tapi enggak mungkin saya omongin,” katanya saat ditemui usai Musyawarah Ranting (Musran) PDIP Depok pada Sabtu 1 Maret 2020

Disisi lain, keyakinan PDIP menumbangkan kandidat dari PKS adalah hasil survey internal. Menurut Ikravany, jikapun partai berlambang bulan sabit itu mengusung petahana, yakni Wali Kota Depok, Mohammad Idris, PDIP masih akan memenangkan pertarungan.

“Saya optimis melawan calon PKS, karena elektabilitasnya tidak tinggi. Misalnya Pak Idris mau maju lagi, diakan incumbent dengan elektabilitas 20 persenan, padahal dia kuasai birokrasi, dia kuasai APDB, dengan demikian kami sangat optimis,” tuturnya

“Kenapa kami optimis, ya itu tadi. Karena dia (Idris) telah kerahkan semua kemampuan, tapi ternyata angkanya tidak aman, hanya 20 persen. Kalau seorang petahana seharusnya surveynya diatas 50 persen,” timpalnya lagi

Ikravany kembali mengatakan, jika nantinya PDIP resmi berkoalisi dengan Gerindra, maka pihaknya memilih berada sebagai calon wakil wali kota. “Kami incarnya kursi wakil. Untuk memenangkan kontestasi ini maka harus berkoalisi dengan kekuatan lain, tertutama yang seirama soal idiologi. Di Depok ada Gerindra, ya udah. Dia punya incumbent, elektabilitas bagus.”

Kekuatan Akar Rumput

Selain sibuk dengan lobi-lobi politik ke sejumlah partai, PDIP juga tengah memantapkan kekuatan akar rumput. Salah satunya dengan melakukan agenda pemilihan pengurus cabang ranting untuk seluruh kelurahan di Kota Depok.

Ketua DPC PDIP Depok, Hendrik Tangke Allo mengungkapkan, para calon ketua ranting ini telah melakukan berbagai tahapan seleksi diantaranya yakni feed and propertest.

“Seluruh calon-calon ketua ranting PDIP di 63 kelurahan di Kota Depok menjalankan itu (tes). Ini penting, ketika kami memutuskan mereka untuk menjadi pimpinan parpol sampai ketingkat RW sekalipun, maka yang kami tekankan adalah terkait pemahaman idiologi, itu dulu,” katanya

Ketua DPC PDIP Depok, Hendrik Tangke Allo (DepokToday, Rul)

Kemudian, ujar Hendrik, para calon ketua ranting harus siap menjadi wajah partai di masyarakat.

“Instruksi ibu ketua umum kami jelas, bahwa utamakan rakyat, kita berjuang untuk kesejahteraan rakyat. Maka apa yang diperintahkan pada kami adalah semua kewajiban yang harus kami laksanakan termasuk menjadi tugas ketua-ketua ranting se-kelurahan Depok,” tuturnya

“Jadi ini (musyawarah ranting) adalah agenda lima tahunan, tidak hanya untuk pilkada,” katanya lagi

Hendrik pun berharap, mereka yang terpilih harus bisa menjadi wajah partai untuk menampung aspirasi yang kemudian akan disampaikan ke-tingkat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). “Jadi mereka harus paham tentang persoalan masyarakat agar bisa ikut berkontribusi.”

Saat disinggung target pilkada kepada para pengurus ranting PDIP tersebut, Hendrik menegaskan harus menang.

“Survey sudah kami lakukan, kami punya hitung-hitungan yang bisa melawan, ya nantilah kita sampaikan. Yang jelas kalau dibandingkan dengan petahana menurut saya enggak fair,” ujarnya

“Petahana kan sudah lima tahun melakukan sosialisasi. Justru menurut hasil survey kami, kelihatan walau petahana masih tinggi, tapi menurut kami untuk sekelas petahana tidak seharusnya diangka itu (20 persen), harusnya jauh lebih tinggi. Tapi kan kenyataan berbeda. Ini yang meyakinkan kami menang,” tambahnya

Untuk diketahui, diajang Pilkada Depok yang bakal berlangsung pada September 2020 nanti, PDIP, Gerindra dan PKS memiliki peluang untuk bisa mencalonkan sendiri kandidatnya. Dengan perhitungan, PKS 12 kursi di DPRD Depok, sedangkan PDIP dan Gerindra masing-masing 10 kursi. (rul/*)