Bawaslu Sebut Kedua Paslon Pilkada Depok Langgar Aturan

Kandidat di Pilkada Depok (Istimewa)

MARGONDA– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok mencatat, dalam sepekan masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), telah ditemukan delapan pelanggaran protokol kesehatan dan 11 pelanggaran kampanye iklan di media oleh masing-masing pasangan calon Wali-Wakil Wali Kota Depok.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok, Dede Selamet Permana mengungkapkan, pemetaan kerawanan pada tahapan kampanye merupakan bagian tak terpisahkan dalam perencanaan pengawasan kampanye.

Dan berdarkan hasil pengawasan kampanye pada periode 26 September sampai dengan 4 Oktober 2020, terdapat 194 kegiatan kampanye yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kota Depok.

“Secara kuantitatif Kecamatan Pancoran Mas menjadi Kecamatan dengan frekuensi terbanyak terselenggaranya kegiatan Kampanye pada pekan pertama tahapan dengan 46 kegiatan,” ujarnya

Sedangkan Kecamatan Cinere dan Limo masuk dalam kategori yang paling sedikit  terselenggaranya kegiatan kampanye, yakni hanya 5 dan 6 kegiatan. Dari 194 Kegiatan Kampanye, metode pertemuan tatap muka dan dialog mendominasi sebesar 82 persen metode kampanye dalam kategori pertemuan yang digunakan oleh peserta pemilihan.

17 persen pertemuan terbatas dan hanya 1 persen kegiatan kampanya pertemuan dalam jaringan (Daring). Dalam penyebaran bahan kampanye, masker, stiker, dan leaflet merupakan bahan kampanye paling populer yang dibagikan oleh peserta pemilihan melalui tim kampanye, relawan maupun pihak lain untuk mendukung pasangan calon (paslon).

“Selain Bahan Kampanye tersebut ada pula faceshield, alat mamin, pakaian, dan alat tulis.”

Jenis Pelanggaran

Dede menyebut, dalam proses pengawasan, terdapat 28 kegiatan kampanye tanpa surat pemberitahuan yang ditembuskan ke Bawaslu Kota Depok. Sedangkan 166 kegiatan diantaranya telah diterima dalam kotak surat masuk Bawaslu Kota Depok baik yang berbentuk elektronik maunpun fisik.

“Bawaslu Kota Depok mendapati 8 pelanggaran kepatuhan terhadap standar protokol kesehatan COVID-19,” ujarnya

Adapun rincian pelanggaran yakni, peserta lebih dari 50 orang, peserta tidak menjaga jarak, dan kegiatan pada malam hari.

“Dalam salah satu kegiatan yang melanggar protokol kesehatan didapati pula anak kecil yang disertakan dalam kegiatan kampanye,” katanya

Selain itu, ditemukan 11 pelanggaran iklan kampanye dimana masing-masing paslon mengkampanyekan dirinya pada iklan media cetak dan daring di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dengan rincian 2 media cetak dan 9 media daring.

Menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang telah ditemukan, Bawaslu Kota Depok telah mengeluarkan dua surat peringatan tertulis kepada penyelenggara kegiatan yang melanggar protokol kesehatan, melakukan

tindakan pencegahan terhadap kegiatan yang terlihat membawa anak-anak sebelum dimulainya acara, serta melakukan pemangilan klarifikasi dalam proses penanganan pelanggaran kepada 2 media cetak.

“Adapun masih ditemukannya iklan kampanye yg terpasang pada media masa baik cetak maupun daring, hal ini tidak lepas dari kurangnya sosialisasi regulasi tersebut oleh KPU Kota Depok kepada awak media,” kata dia

Terhadap pelanggaran iklan kampanye pada 9 media daring tidak sesuai jadwal, Bawaslu Kota Depok sedang melakukan proses penanganan lebih lanjut.

“Sedikit tambahan dari saya, bahwa sampai dengan saat ini KPU belum menyelesaikan distribusi APK yang difasilitasi untuk paslon, seperti baliho, umbul-umbul, dan spanduk. Baru sebagian saja yang sudah diberikan kepada paslon,” ucap Dede. (rul/*)