Bawaslu Depok Periksa Tiga ASN Usai Hadiri Kampanye

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Depok, Dede Selamet Permana (Istimewa)

MARGONDA- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait laporan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Depok, Dede Selamet Permana mengaku, ada tiga orang ASN yang sedang diusut atas dugaan pelanggaran tersebut.

“Kalau yang dilaporkan diduga terlibat aktif ada tiga orang. Mereka dilaporkan karena disebut hadir dalam kampanye,” katanya, Kamis 5 November 2020

Meski begitu, Dede mengaku belum bisa banyak berkomentar karena laporannya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

“Masih berlangsung (penyelidikannya), jadi belum bisa banyak cerita. Tapi yang jelas point utamanya adalah diduga beliau-beliau ini hadir dalam kampanye,” jelasnya

Menarik Lainnya: Tim Investigasi Mulai Periksa ASN Depok yang Tak Netral

Dede juga mengungkapkan, selain keterangan saksi atau pelapor, pihaknya juga telah menerima beberapa alat bukti yang diduga terkait dengan netralitas ASN.

“Ya ada hal-hal seperti itu, tapi kami masih melakukan pendalaman keterangan. Misalnya, ASN itu dinas dimana dan seterusnya masih kami kumpulkan keterangan bukti untuk memperkuat dugaan pelanggaran,” ujarnya

Jika terbukti melanggar, kata Dede, maka temuan tersebut akan diteruskan pada pihak yang berwenang, yakni Komisi ASN di pemerintah daerah.

“Kami sifatnya hanya meneruskan, memberikan rekomendasi terkait apa saja yang catatan pelanggaran. Kalau sanksi bukan dari Bawaslu, tapi dari Komisi ASN.”

Ketika disinggung status ketiga ASN yang dilaporkan itu, Dede belum bisa memberikan bocoran. “Pejabat atau pegawai, nah ini yang perlu kami dalami lagi,” katanya

Untuk diketahui, Pilkada Depok 2020 diikuti oleh dua pasangan calon wali-wakil wali kota. Mereka adalah Pradi Supriatna-Afifah Alia dari nomor urut satu dan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono dari nomor urut dua.

Idris dan Pradi adalah petahana yang menjabat sebagai wali kota dan wakil wali kota. Kini, keduanya berpisah dan menjadi rival dalam ajang demokrasi lima tahunan tersebut. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here