Bawang Dayak, Tanaman Kalimantan yang Punya 4 Khasiat Ajaib

Bawang Dayak (Foto: Istimewa)
Bawang Dayak (Foto: Istimewa)

DepokToday- Bawang Dayak adalah salah satu tanaman yang terbukti ampuh mengatasi berbagai penyakit. Bahkan, tanaman herbal ini ternyata telah digunakan sebagai obat tradisonal sejak zaman dulu.

Melansir hallosehat.com, usut punya usut rupanya kandungan yang ada di dalam bawang Dayak cukup melimpah. Lantas, apa saja kandungan gizi dan manfaat dari bawang berwarna merah itu:

Tanaman tersebut telah sejak lama dibudidaya Suku Dayak, Kalimantan. Maka tak heran jika tumbuhan itu dinamakan bawang Dayak.

Tampilannya tidak berbeda jauh dari bawang merah biasa, hanya saja ukuran umbi yang juga disebut bawang sabrang ini lebih kecil, warnanya pun lebih merah terang menyala, dan permukaan kulitnya lebih licin.

Namun sayang, penelitian mengenai bawang Dayak masih sangat terbatas, mengingat bawang ini tidak tumbuh dengan mudah di berbagai belahan dunia. Berdasarkan salah satu penelitian tahun 2018 pada jurnal Food Science & Nutrition, kandungan nutrisi bawang Dayak kering, meliputi:

Umbi bawang Dayak mengandung 4,5 mg flavonoid per 100 gram.

Daun bawang Dayak mengandung 3,5 mg flavonoid per 100 gram.

Bunga bawang Dayak mengandung 11 mg flabonoid per 100 gram.

Manfaat Bawang Dayak untuk Kesehatan

1.Memiliki potensi mengatasi infeksi

Sebuah penelitian pada jurnal Tropical life sciences research dari kolaborasi antara tim peneliti dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur melaporkan bawang Dayak kaya akan antioksidan seperti flavonoid, alkaloid, saponin, triterpenoid, steroid, dan tannin.

Deretan antioksidan tersebut bekerja efektif untuk menghambat dan mematikan pertumbuhan virus, bakteri, serta jamur penyebab penyakit. Berdasarkan penelitian tersebut, bawang sabrang efektif melawan bakteri Staphylococcus aureus (MRSA), B. cereus, Shigella sp., and P. aeruginosa.

Baca Juga: Hartanya Ikut Bertambah, Begini Isi Garasi Wali Kota Mohammad Idris

Bakteri Staph, MRSA, dan P. aeruginosa adalah beberapa contoh bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Staph dan MRSA dapat menyebabkan banyak penyakit mulai dari infeksi kulit, sepsis, pneumonia, hingga infeksi darah. Pseudomonas aeruginosa (P. aeruginosa) adalah penyebab infeksi saluran kencing, pneumonia, dan infeksi ginjal, sementara Shigella sp adalah bakteri penyebab infeksi shigellosis dan disentri.

Penelitian tersebut juga memperkuat manfaat bawang Dayak pada temuan Universitas Jenderal Achmad Yani terdahulu. Olesan ekstrak umbi bawang dayang pada kulit yang bersifat antimikroba mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staph dan Trichophyton rubrum, yang sering terlibat dalam pembentukan luka serta bisul.

Tanaman herbal (Foto: Istimewa)
Tanaman herbal (Foto: Istimewa)

2.Meningkatkan kepadatan tulang wanita menopause

Perempuan usia menopause berisiko mengalami osteoporosis alias masalah pengeroposan tulang. Menopause terjadi ketika tubuh tidak lagi mampu memproduksi hormon estrogen sebanyak pada usia muda. Mengutip National Health Service, wanita bisa kehilangan hingga 20 persen kepadatan tulang mereka dalam lima hingga tujuh tahun setelah menopause.

Selain berfungsi mengatur kesuburan, hormon estrogen juga membantu melindungi kekuatan tulang. Itu kenapa ketika kadar estrogen menurun drastis selama menopause dapat menyebabkan hilangnya kepadatan tulang seiring waktu. Kejadian menopause dini bahkan dapat semakin meningkatkan risiko seorang perempuan terhadap pengeroposan tulang.

Nah, sebuah penelitian terbitan tahun 2018 pada Pharmacognosy Journal menemukan bahwa pemberian ekstrak bawang Dayak dalam dosis tinggi (18 mg/200 g) selama 21 hari berturut-turut berpotensi sangat meningkatkan kadar kalsium tulang, berat tulang (massa tulang), dan panjang tulang.

Bagus untuk Wanita dan Penderita Jantung

3.Membantu mengatasi gejala mengganggu pada wanita menopause

Manfaat bawang Dayak lagi-lagi ditemukan paling berpotensi terhadap berbagai masalah terkait menopause.

Penyusutan kadar estrogen dalam tubuh selama dan setelah menopause akan memengaruhi kesehatan wanita secara umum. Itu kenapa beberapa wanita memilih untuk menggunakan terapi hormon guna mengatasi gejala menopause mereka.

Sayangnya, obat terapi hormon seperti tamoxifen dilaporkan dapat meningkatkan risiko kanker rahim pada wanita menopause. Risiko ini muncul karena tambahan hormon estrogen dapat menimbulkan penebalan dinding rahim yang dapat berkembang menjadi kanker rahim.

Di sisi lain, terapi hormon estrogen juga dapat meningkatkan kadar lipid (lemak) dalam darah yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung pascamenopause.

Baca Juga: Jangan Kaget, Ternyata Mentega Ampuh Hilangkan Uban, Gini Caranya

Nah, sebuah penelitian pada Online Journal Of Biological Sciences melaporkan bahwa bawang Dayak kaya akan senyawa aktif bernama eleutherinol yang dapat berikatan kuat dengan reseptor estrogen alfa (ERα).

Peneliti menemukan, eleuterinol bisa memicu efek peningkatan hormon estrogen yang mirip dengan obat tamoxifen, tapi tanpa diikuti oleh risiko penebalan dinding rahim.

Penelitian ini mengamati efek ekstrak bawang sabrang pada tikus yang sudah melakukan prosedur pengangkatan indung telur (ovariektomi).

Hasilnya, tikus-tikus menopause ini tidak mengalami penebalan dinding rahim. Ini berarti bawang Dayak tidak meningkatkan risiko kanker rahim layaknya terapi hormon estrogen secara medis.

4.Menurunkan kadar kolesterol dan berpotensi mencegah penyakit jantung

Sudah disinggung bahwa terapi hormon esterogen bisa meningkatkan risiko penyakit jantung pada wanita yang memasuki fase menopause.

Nah, berdasarkan penelitian yang sama dengan sebelumnya, hasil studi menunjukkan bahwa kadar lipid darah (kolesterol) menurun karena bawang tersebut.

Tikus-tikus menopause dalam penelitiann, tidak mengalami peningkatan kadar lipid dalam darah.

Ekstrak bawang Dayak justru terlihat menurunkan kadar lipid darah, sehingga risiko penyakit jantung pun menurun. Ini menunjukkan bahwa bawang Dayak berpotensi untuk menjadi pengganti terapi hormon estrogen yang lebih aman. (rul/*)