Bauksit, ‘Harta Karun’ Indonesia yang Tahan 78 Tahun

Ilustrasi lokasi tambang (Foto: Istimewa)
Ilustrasi lokasi tambang (Foto: Istimewa)

DepokToday- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM baru-baru ini menyebut, bahwa Indonesia memiliki cadangan bauksit nomor 6 terbesar di dunia. Bahkan cadangan yang ada mampu bertahan hingga 78 tahun dan sanggup memasok kebutuhan dunia.

Dengan demikian, bauksit menjadi salah satu “harta karun” terbesar yang dimiliki Indonesia. Disitat DepokToday.com dan CNBCIndonesia, komoditas yang bisa diolah menjadi produk aluminium itu dinilai akan mendulang penerimaan negara jauh lebih besar lagi bila dibangun industri hilirnya, seperti yang telah dititahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga: Terpopuler DepokToday, 4 Oktober 2021: 7 Penyebab Jadi Pelupa, Cara Bikin Tikus Rumah Kapok

Seperti diketahui, bauksit bisa diolah menjadi alumina, lalu aluminium, kemudian produk-produk jadi lainnya sebagai komponen atau bahan baku bangunan dan konstruksi, peralatan mesin, transportasi, kelistrikan, kemasan, barang tahan lama, dan sebagainya.

Dengan memiliki cadangan bauksit terbesar keenam di dunia, Indonesia dinilai bisa memanfaatkan peluang seoptimal mungkin, tidak hanya menjual barang mentah, namun juga produk jadi bernilai tambah berkali-kali lipat.

Nomor 6 Terbesar di Dunia

Merujuk pada data Booklet Bauksit 2020 Kementerian ESDM, mengolah data USGS (The United States Geological Survey) Januari 2020, jumlah cadangan bauksit Indonesia mencapai 1,2 miliar ton atau 4% dari cadangan bijih bauksit dunia yang sebesar 30,39 miliar ton.

"<yoastmark

Adapun pemilik cadangan bijih bauksit terbesar di dunia yaitu Guinea mencapai 24 persen, lalu Australia menguasai 20 persen, Vietnam 12 persen, Brazil 9 persen, dan kemudian di peringkat kelima ada Jamaika 7 persen.

Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Angin Disertai Petir Landa Depok Hari Ini

Menurut data Kementerian ESDM ini, jumlah sumber daya bijih terukur bauksit Indonesia mencapai 1,7 miliar ton dan logam bauksit 640 juta ton, sementara cadangan terbukti untuk bijih bauksit 821 juta ton dan logam bauksit 299 juta ton.

“Indonesia memiliki cadangan bauksit nomor 6 terbesar di dunia,” tulis Booklet Bauksit 2020 tersebut, dikutip pada Senin 4 Oktober 2021.

Potensi Bauksit Indonesia

Direktur Pembinaan Program Minerba Kementerian ESDM, Sunindyo Suryo mengungkapkan, saat ini baru ada dua pabrik pengolahan (smelter) bauksit menjadi alumina yang telah beroperasi. Adapun kapasitas input bijih bauksitnya sebesar 4.564.000 ton per tahun.

Baca Juga: Polisi Buru Wartawan Bodrek yang Berulah di Depok, Gini Modusnya

Namun saat ini sedang dilakukan pembangunan 12 pabrik pengolahan (smelter) bauksit menjadi alumina. Bila pabrik tersebut mulai beroperasi, maka kapasitas input bijih bisa melonjak menjadi 35 juta ton per tahun.

Bila itu terealisasi, maka menurutnya diperkirakan cadangan bijih bauksit negeri ini bisa cukup untuk 78 tahun. (rul/*)