Baru Diresmikan Wali Kota, Plang Nama Alun-alun Depok Langsung Rusak

CILODONG-Kerusakan huruf pada plang nama Alun-alun Kota Depok disayangkan banyak pihak. Pasalnya, alun-alun seluas 3,9 hektare yang berlokasi di Grand Depok City, Kecamatan Cilodong, ini baru saja diresmikan oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Dari rekaman CCTV di lokasi diketahui bahwa patahnya huruf P pada kata ‘Depok’ akibat diduduki salah seorang warga yang datang saat peresmian. Warga tersebut langsung pergi meninggalkan lokasi begitu mengetahui ada kerusakan.

Menyikapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, Dudi Mi’raz, langsung meminta kepada pihak kontraktor untuk melakukan perbaikan, mengingat saat ini masih dalam masa perawatan.

“Kita ketahui sudah ada dua huruf yang rusak. Rusak karena diduduki atau dijadikan sandaran saat ingin selfie. Boleh saja selfie tapi dimohon jangan sampai merusak. Bahkan, kolam renang yang ada ikannya pun ada beberapa anak yang berendem. Itu karena antusias masyarakat dengan adanya alun-alun,” ujar Dudi.

Ke depannya, plang nama akan diperkuat sehingga tidak mudah rusak. Pihak kontraktor juga diminta membuat pagar di sekeliling guna menghindari kerusakan.

Dudi mengajak seluruh warga Kota Depok untuk meningkatkan rasa memiliki terhadap alun-alun dengan menjaga dan tidak merusak berbagai fasilitas yang tersedia serta menjaga kebersihan alun-alun.

“Mari sama-sama kita jaga karena ini adalah milik seluruh warga Kota Depok, sebagaimana yang telah disampaikan Bapak Wali Kota Depok saat pelantikan kemarin. Merawat dan menjaga adalah tugas bersama,” harapnya.

“Kebersihan di alun-alun juga harus diperhatikan. Di alun-alun sudah tersedia sebanyak 14 kontener sampah. Janganlah sampah di buang sembarangan,” imbuhnya.

Senada, Kepala UPTD Taman Hutan Raya pada Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup, Purnomo Sujudi menyampaikan kerusakan tersebut sudah disampaikan ke pihak terkait dan akan segera ditindaklanjuti.

“Plang nama itu kan lampu, kalau didudukin ya pasti patah. Makanya kita sangat berpesan kepada seluruh pengunjung agar sama-sama menjaga apa yang ada di alun-alun,” tuturnya.

Seorang pengunjung alun-alun, Ervina mengaku sangat menyayangkan kerusakan yang terjadi di alun-alun Depok. Seharusnya, setiap pengunjung yang datang memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat segala sesuatu yang ada di alun-alun.

“Ini kan dibangun dengan biaya yang tidak sedikit. Dibangunnya alun-alun juga atas permintaan masyarakat. Karena itu, sudah menjadi kewajiban masyarakat ikut menjaganya. Jangan apa-apa bisanya ngerusak,” kata warga Cilodong tersebut.(eru)