Banyak Warga Depok Wafat Saat Isoman, Wali Kotanya Kemana?

Warga Depok tewas akibat COVID (DepokToday.com)
Warga Depok tewas akibat COVID (DepokToday.com)

SAWANGAN- Seorang warga kembali ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Kota Depok pada Rabu, 14 Juli 2021. Diduga, korban yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) itu tewas akibat terpapar COVID-19.

Data yang dihimpun menyebutkan, korban kali pertama ditemukan oleh salah seorang tetangga yang curiga lantaran sejak seharian tak ke luar rumah.

Dan benar saja, setelah diperiksa ternyata korban yang diketahui bernama Miau Fuk (31 tahun) itu telah terbujur kaku.

Jasad pria malang itu tergeletak di kamar mandi sebuah kios, di kawasan Serua, Kecamatan Bojongsari. Saksi sempat panik dan langsung menghubungi aparat kepolisian setempat.

Dari hasil pemeriksaan tim medis diketahui, korban ternyata positif COVID-19.

“Iya berdasarkan keterangan medis demikian, hasilnya positif COVID-19,” kata Kapolsek Sawangan, Ajun Komisaris Polisi M. Mubarak.

Kasus seperti itu bukan kali pertama terjadi di Kota Depok. Sebelumnya, beberapa warga juga di temukan tewas secara tiba-tiba lantaran diduga terpapar COVID.

Bahkan, beberapa hari lalu, seorang warga di kawasan Pancoran Mas, Depok juga meregang nyawa sebelum sempat mendapat penanganan medis.

Minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap warga yang menjalani isolasi mandiri dinilai menjadi salah satu faktor utama penyebab kasus tersebut.

“Makanya dari sejak awal kalau saya buka lagi semua dokumen-dokumen rapat waktu dulu awal COVID, itu saya selalu menkankan pentingnya alokasi dana lebih besar terhadap pencegahan, seperti kampung siaga,” kata anggota DPRD Depok, Ikravany Hilman pada DepokToday.

Namun sayangnya, menurut Ikravany Hilman, keberadaan kampung siaga tidak ditempatkan sebagai elemen utama dalam mengatasi wabah ini.

“Saya ingat betul, saya selalu bilang pencegahan itu lebih penting. Karena kalau kita bangun sebesar apapun rumah sakit pasti nggak bisa nampung. Maka pencegahan itu menjadi alat kontrol utama, supaya arus orang yang datang ke rumah sakit bisa ditekan,” ujarnya.

Nah, yang tahu kondisi tersebut kata Ikravany Hilman, adalah warga di lingkungannya masing-masing. Itulah fungsi dari kampung siaga.

“Tapi bertahun-tahun RW siaga nggak pernah dikonsolidasikan dengan benar, padahal ini harusnya jadi ujung tombak untuk mengatasi pandemi,” jelas dia.

Padahal, kata Ikravany Hilman, pemerintah kota telah melakukan refocusing anggaran sekira kurang lebih Rp 400 miliar.

“Buat kampung siaga itu gimana? Sekarang ini kalau dilengkapi betul kebutuhan mereka, saya yakin RW itu mau kok. Solidaritas warga Depok ini kan masih tinggi,” katanya.

Ikravany Hilman Singgung Peran Wali Kota

Selain bantuan, yang tak kalah penting dalam mengatasi persoalan ini adalah  hadirnya seorang pemimpin yang mampu mengorganisir elemen-elemen tadi.

“Harusnya bisa dikomando langsung oleh wali kota. Ini sudah nggak bisa lagi urusan pemkot, ini urusan kita semua, tapi tetap harus ada leader yang mengorganisir. Tak bisa dibiarkan secara sporadis,” tuturnya.

Anggota DPRD Depok, Ikravany Hilman (DepokToday.com)
Anggota DPRD Depok, Ikravany Hilman (DepokToday.com)

“Nah dalam hal ini saya nggak tahu, saya nggak lihat wali kota. Warga itu harus lihat pemimpinnya hadir. Dia (wali kota) harusnya keliling, sapa RT RW, kasih bantuan, kasih mereka untuk melakukan tugasnya sama-sama,” sambungnya.

Baca Juga: [Update] Sebaran Kasus COVID-19 di Kota Depok, Rabu 14 Juli 2021: Aktif 13.194, Meninggal 1.315, Sembuh 57.794

Misalnya lagi, kata politisi PDIP itu, warga diberikan bantuan untuk mendirikan dapur umum yang tujuannya untuk membantu warga lainnya yang sedang melakukan isolasi mandiri.

“Nah pemkot harus dukung untuk hal ini. Saya yakin warga Depok untuk solidaritas masih okelah, tapi kan harus diorganisir,” tuturnya.

“Kalau diorganisirnya dari belakang meja ya enggak bisalah,” timpalnya lagi. (rul/*)