Banyak Meninggal Saat Isoman, Novarita: Apa Karena Varian Delta?

Seorang warga Depok ditemukan tewas secara misterius di pinggir Jalan Nusantara, Beji pada Kamis 8 Juli 2021. (DepokToday.com)
Seorang warga Depok ditemukan tewas secara misterius di pinggir Jalan Nusantara, Beji pada Kamis 8 Juli 2021. (DepokToday.com)

DEPOK – Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita menyebut sebab utama banyaknya pasien COVID-19 yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri atau isoman di rumah karena masih penuhnya rumah sakit.

Nova mengatakan, saat ini jumlah tempat tidur di rumah sakit masih memiliki keterbatasan, sehingga hampir seluruh rumah sakit di Kota Depok memilih pasien untuk bisa dilakukan perawatan.

“Terjadinya orang yang melakukan isolasi mandiri di rumah itu kan karena kapasitas di rumah sakit memang terbatas. Jadi luar biasa meningkat di akhir Juni dan awal Juli ini,” kata Nova kepada wartawan, Kamis 15 Juli 2021.

Nova mengatakan, pemilahan yang dilakukan oleh rumah sakit adalah mencari pasien dengan kategori berat dan kritis.

Baca Juga: Pemkot Depok Tidak Punya Data Pasien Isoman Meninggal di Rumah

“Tidak memungkinkan semuanya (pasien) masuk rumah sakit. Emang jadinya dipilah-pilah sekali, yang masuk rumah sakit adalah yang berat dan kritis. Yang di rumah adalah otg, ringan, sedang,” kata Nova.

Lebih jauh Nova mengatakan, meski sudah dipastikan yang menjalani isoman di rumah adalah pasien otg, ringan dan sedang, dirinya pun tidak memahami kenapa cepat mengalami perburukan hingga meninggal dunia.

“Memang sekarang ini (banyak meninggal) mungkin apa kondisi masyarakat yang daya tahan tubuhnya rendah sehingga banyak yang terjadi perburukan,” kata Nova.

Nova menduga varian baru COVID-19 yakni varian delta menjadi dalang dari peristiwa ini. “Apakah karena varian delta yang begitu cepat, berbeda dengan varian yang sebelumnya. Ini juga yang kayaknya perlu dianalisis mengapa ya cepat sekali terjadi perburukan,” kata Nova.

Sebelumnya diberitakan, seorang warga ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Kota Depok pada Rabu, 14 Juli 2021. Diduga, korban yang sedang melakukan isoman itu tewas akibat terpapar COVID-19.

Data yang dihimpun menyebutkan, korban kali pertama ditemukan oleh salah seorang tetangga yang curiga lantaran sejak seharian tak ke luar rumah.

Dan benar saja, setelah diperiksa ternyata korban yang diketahui bernama Miau Fuk (31 tahun) itu telah terbujur kaku.

Jasad pria malang itu tergeletak di kamar mandi sebuah kios, di kawasan Serua, Kecamatan Bojongsari. Saksi sempat panik dan langsung menghubungi aparat kepolisian setempat.

Dari hasil pemeriksaan tim medis diketahui, korban ternyata positif COVID-19.

“Iya berdasarkan keterangan medis demikian, hasilnya positif COVID-19,” kata Kapolsek Sawangan, Ajun Komisaris Polisi M. Mubarak.

Kasus seperti itu bukan kali pertama terjadi di Kota Depok. Sebelumnya, beberapa warga juga di temukan tewas secara tiba-tiba lantaran diduga terpapar COVID. (ade/*)