Bantu Indonesia, Pemerintah Jepang Kirim 998.400 Dosis Vaksin

Vaksin dari pemerintah Jepang. (Istimewa)
Vaksin dari pemerintah Jepang. (Istimewa)

DEPOK – Pemerintah Jepang kirim 998.400 dosis vaksin AstraZeneca ke Indonesia sebagai bentuk kerjasama antar kedua negara, pada 1 Juli 2021 .

Dilansir dari situs pemerintah covid-19.go.id, kedatangan vaksin disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Selain itu, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, Kepala Badan POM Penny Lukito, dan Duta Besar Jepang Untuk Indonesia His Excellency Kenji Kanasugi “San” juga memantau.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengucapkan terima kasih sebanyaknya kepada Dubes Jepang, Pemerintah Jepang, dan seluruh rakyat Jepang atas perhatian dan bantuannya dengan mengirim vaksin AstraZeneca ke Indonesia.

“Jepang dan Indonesia hubungannya sudah sangat lama. Bantuan ini menunjukkan kedekatan antar dua bangsa,” terang dia.

Baca juga: Kenaikan Angka Kematian COVID-19, 5 Provinsi Ini Sumbang Terbanyak

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar menambahkan, kedatangan vaksin ini merupakan batch pertama dari rencana dua kali pengiriman vaksin dukungan Pemerintah Jepang.

Menurut Mahendra, kerja sama ini merupakan hasil nyata dari komunikasi intensif antara Menlu RI dengan Menlu Jepang selama ini. Termasuk pada 10 Juni 2021 saat kedua Menlu bertukar pandangan, antara lain, mengenai upaya mengatasi pandemi COVID-19.

“Penguatan kerja sama vaksin internasional dibahas kembali oleh kedua Menlu pada saat melakukan pertemuan bilateral di sela-sela KTM G20 di Bari, Italia, tiga hari lalu,” ujar Mahendra.

Dia menambahkan, sebagai tindak lanjutnya, pada 29 Juni 2021, Kemlu RI dan Kedubes Jepang di Jakarta telah menandatangani Exchanges of Notes yang menandai kerja sama vaksin sebagai bagian dari upaya bersama menangani pandemi COVID-19.

Kedatangan vaksin ini juga merupakan jerih payah koordinasi dan kolaborasi Kemlu, Kemenkes, Badan POM, Kedubes Jepang di Jakarta serta berbagai pihak terkait lainnya, baik di Indonesia maupun di Jepang.

Ke depannya, Kemlu, Kemenkes dan instansi-instansi terkait lainnya akan terus bersinergi dalam memastikan kelancaran pasokan vaksin.

“Baik secara bilateral maupun multilateral demi tercapainya target program vaksinasi di tanah air,” katanya. (lala/*)