Bantah Dualisme, Provokasi Disebut Pemicu Kaburnya Pengurus Partai Ummat Depok

Logo Partai Ummat. (Istimewa)
Logo Partai Ummat. (Istimewa)

DepokToday – Diresmikan pada awal tahun ini, 26 Pengurus Partai Ummat Kota Depok mengundurkan diri pada pekan lalu.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Ummat Depok, Mahmudin Sudin mengatakan, jika mundurnya pengurus partai karena hasutan dari pihak luar.

Mahmudin pun menepis jika di dalam kepengurusan partainya terdapat dualisme seperti isu yang ramai berhembus saat ini.

“Jadi dualisme itu tidak ada, mereka saling mengena, hanya karena berbeda padangan saja mereka berjalan masing-masing dan memisahkan diri,” sebut dia usai dikonfirmasi, kemarin.

Selain hasutan dari pihak luar, dia mengatakan, pengurus yang mengundurkan diri merasa belum terakomodir aspirasinya. Ditambah dengan hasutan pihak yang berada di luar Partai Ummat.

“Jadi mereka mundur karena diprovokasi saja oleh pihak di luar partai sehingga menimbulkan excess,” sebut dia.

Terbentuk Pengurus Baru

Dengan 26 pengurus Partai Ummat Kota Depok yang telah minggat dari struktur kepengurusan ini, Mahmudin mengaku telah berkoordinasi dengan pengurus pusat. Bahkan saat ini pengurus baru telah dibentuk dan disahkan oleh pusat.

“Saya tidak mau paksakan orang bekerja setengah hati, apalagi kalau tidak punya hati,” jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, isu dualisme dalam kepengurusannya, membuat pengurus partai besutan Amin Rais di Kota Depok ini dikabarkan bubar.

Mengutip dari Detik.com pada Minggu 9 Oktober 2021, Ketua DPD Partai Ummat Kota Depok Syahrial Chan mengungkapkan, karamnya pengurus partai itu di Kota Depok disebabkan oleh persoalan internal yang membuat dualisme kepengurusan.

Baca Juga: Jangan Berulah di Depok, Tim Jaguar Punya Banyak Mata-mata, Ini Faktanya

“Iya. Mayoritas pengurus membubarkan diri. Dijamin kebenarannya, Partai Ummat Depok akhirnya karam,” jelas Syahrial.

Persoalan itu semakin bertambah parah karena tidak mampu diselesaikan DPP Partai Ummat. Syahrial menyebut ada dualisme dalam kepengurusan Partai Ummat di sejumlah daerah.

“Kemunduran sahabat-sahabat pengurus karena berbagai persoalan yang tidak mampu diselesaikan oleh DPP. Ditambah statement Waketum kemarin di media yang mengatakan ada dualisme,” ungkap Syahrial.

“Persoalannya, apakah Waketum mampu menunjukkan SK lain selain SK yang diberikan kepada kami dan persoalan lain adalah 10 kabupaten/kota di Jabar mengalami hal yang sama,” tambahnya. (lala/*)