Banjir Taman Duta Depok, Warga: Sudah Nggak Aneh

Akses menuju Jalan Raya Jakarta Bogor adalah salah satu titik rawan banjir di kawasan Taman Duta (Depoktoday.com)
Akses menuju Jalan Raya Jakarta Bogor adalah salah satu titik rawan banjir di kawasan Taman Duta (Depoktoday.com)

DEPOK- Hujan deras yang melanda Kota Depok kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Salah satunya di Taman Duta, Kecamatan Sukmajaya. Ketinggian air yang menggenangi kawasan itu sekira 30 hingga 40 senti meter pada Senin 24 Mei 2021.

Febry, seorang warga yang melintas mengungkapkan, banjir di Taman Duta terjadi sejak sekira pukul 16:30 WIB.

“Sudah nggak aneh, tiap hujan deras sebentar saja Taman Duta pasti banjir,” katanya.

Buruknya drainase dan kali yang cukup dangkal disebut-sebut menjadi faktor utama penyebab banjir kerap melanda Taman Duta.

“Padahal pemerintah daerah sudah sering janji mau menanggulangi, tapi buktinya masih saja banjir,” kata dia.

Banjir Bukan Cuma di Taman Duta

Selain di Taman Duta, wilayah lainnya yang kerap dilanda banjir saat hujan deras adalah kawasan Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Margonda, Jalan Juanda, kemudian di Kampung Utan, Bukit Cengkeh, Pondok Tirta Mandala.

Bukan cuma banjir, sejumlah wilayah di Kota Depok juga rawan longsor.

Garis polisi membentang di lokasi amblasnya Jalan Boulevard, GDC (Foto: Depoktoday.com)
Garis polisi membentang di lokasi amblasnya Jalan Boulevard, GDC (Foto: Depoktoday.com)

Longsor di Pesanggerahan

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok sedang berusaha keras melakukan penanganan terhadap longsor yang terjadi di Kali Pesanggrahan, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan.

Sebagai langkah antisipasi sementara untuk mencegah amblas susulan, DPUPR memasang cerucuk bambu sebagai penanganan sementara.

“Kami akan pasang cerucuk, namun masih menunggu kejelasan pengadaan bambu. Karena ini akan dimasukan ke dalam anggaran kebutuhan mendesak,” kata Kepala DPUPR Dadan Rustandi.

Baca Juga: Tanggul Jebol, Perumnas Kebanjiran

Pengerjaan masih menunggu keputusan Kementerian PUPR Dirjen Cipta Karya. Sebabnya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung rencananya akan dilakukan penataan oleh kementerian tersebut.

“Lokasi longsor ini bersebrangan dengan TPA Cipayung. Salah satu faktor terjadinya longsor adalah tumpukan sampah yang sudah overload. Kami akan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok,” katanya.

Dadan berharap, proses penataan TPA Cipayung, segera dilakukan. Dengan begitu, pihaknya bisa menindaklanjuti atau melakukan penanganan permanen. (rul/*)