Banjir Bandang Hantam Pertambangan di Desa Cimarga, Diduga Karena Ini  

Banjir bandang kembali menghantam pertambangan di kawasan Desa Cimarga, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada Senin malam, 9 Agustus 2021. (Foto: Istimewa)
Banjir bandang kembali menghantam pertambangan di kawasan Desa Cimarga, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada Senin malam, 9 Agustus 2021. (Foto: Istimewa)

DepokToday- Banjir bandang kembali terjadi di kawasan Desa Cimarga, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada Senin malam, 9 Agustus 2021.

Salah satu lokasi terdampak akibat kejadian itu adalah wilayah pertambangan pasir darat, milik PT Tata Alam Sinergi (TAS). Disebut-sebut total kerugian mencapai lebih dari Rp 600 juta.

Diduga, penyebab terjadinya banjir tersebut akibat tanggul penahan air milik salah satu perusahaan tambang di sana tidak kuat menahan derasnya debit air Sungai Cinini, sekira pukul 22:00 WIB.

“Itu di pertambangan sebelah saya, ada pertambangan lain miliknya Haji Suherman, dia buka tambang juga. Persoalannya, dia tidak bikin bendungan secara permanen sehingga jebol dan kenalah kami,” kata pemilik PT TAS, Halim Hardani saat dikonfirmasi pada Selasa 10 Agustus 2021.

Banjir di Desa Cimarga

Ia menyebut, pihaknya sudah dua kali mengalami kejadian serupa.

“Yang pertama kena itu sekira tiga tahun lalu,” ujarnya.

Akibat banjir bandang di kawasan Desa Cimarga ini, kata Halim, pihaknya rugi ratusan juta rupiah.

“Saya rugi besar. Padahal dia (Suherman) sudah dapat pringatan dari Kemenertian LHK untuk memperbaiki tanggul. Kalau kita (PT. TAS) sudah mengikuti perosedur semua,” jelasnya.

Baca Juga: [Update] BOR Rumah Sakit di Kota Depok, Senin 9 Agustus 2021, Tersedia 632 Bed

Dampak banjir bandang di area pertambangan (Foto: Istimewa)
Dampak banjir bandang di area pertambangan (Foto: Istimewa)

Halim mengaku, tidak korban jiwa dalam peristiwa ini, padahal saat itu ketinggian air yang menerjang area pertambangannya di kawasan Desa Cimarga mencapai lebih dari 5 meter.

“Kan tanggulnya di atas bukit, jadi air turun kaya air bah. Untungnya nggak ada korban. Kerugian infrastruktur, kolam penampungan limbah, kolam produsksi mesin-mesin semua hancur.”

Guna penyelidikan lebih lanjut kasus itu kini ditangani aparat terkait. (rul/*)