Balas Dendam, TNI Kerahkan Pasukan Setan Gempur KKB Papua

Evakuasi korban yang dibunuh KKB (Istimewa)
Evakuasi korban yang dibunuh KKB (Istimewa)

DepokToday- Tewasnya empat anggota TNI ditangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Papua, telah membuat sejumlah perwira Tentara Nasional Indonesia naik darah.

Tak terima atas perlakuan biadab itu, Pangdam XVIII/ Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa telah menyiapkan aksi balasan.

Mantan Danjen Kopassus itu kemudian memberangkatkan dua peleton personel TNI AD dari Yonif Raider 762/VYS dan Kodim 1809/Maybrat bersama aparat kepolisian.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, mereka ditugasi untuk menyerbu dan mengejar kelompok tersebut dalam kondisi apapun.

“Saya sudah perintahkan untuk mengerahkan personel gabungan melakukan pengejaran hingga menangkap kelompok itu,” katanya dalam konferensi pers di Manokwari, Papua, pada Kamis 2 September 2021.

Diketahui, pada dinihari tadi sebanyak 50 orang diduga anggota KKB Papua menyerbu Posramil di Maybrat, Papua Barat. Atas peristiwa itu, 4 personel TNI AD tewas, dua lainnya luka bacok, dan lima lainnya selamat.

Dijuluki Pasukan Setan

Publik tentu penasaran dengan profil dari pasukan Yonif Raider 762/VYS yang diterjunkan untuk membasmi separatis bersenjata di Papua itu.

Ya, setelah pasukan Yonif 315 Garuda atau julukan pasukan setan diterjunkan ke Papua, kini giliran prajurit Batalyon Raider Khusus 762 Vira Yudha Sakti yang masuk dalam satuan pasukan elite TNI.

Pasukan ini belakangan memang diminta fokus untuk menjaga stabilitas Papua, khususnya dari gangguan kelompok kriminal bersenjata.

Baca Juga: Ketika Janda Cantik dari Austria Kebelet Nikahi Tukang Sapu Jakarta

Dalam catatan sejarah, ternyata ini merupakan Batalyon tertua di Papua. Dulu presiden pertama Soekarno juga pernah mengirim pasukan ini saat Trikora.

Pasukan elite ini juga dikenal mengerikan. Maka itu, wajar jika KKB patut waspada. Dalam catatan yang dihimpun redaksi, Yonif Raider Khusus 762/VYS merupakan satu-satunya Batalyon Infanteri (Yonif) di jajaran Kodam XVIII/Kasuari yang memiliki 2 ranpur Panser ANOA buatan PT. Pindad.

Skill Hebat Raider Kostrad

Sebagai pasukan berkualifikasi Raider, pasukan Yonif Raider Khusus 751/VJS dilatih hingga memiliki beberapa kemampuan seperti: Punya skill tempur khusus untuk memburu pasukan separatis.

Memiliki arti kata ‘raid’ dalam namanya, pasukan Raider Kostrad memiliki kemampuan untuk memburu pasukan gerilya lawan sampai ketemu.

Untuk melawan musuh yang bergerilya, pasukan khusus Raider Kostrad juga menggunakan taktik yang sama, yakni bergerilya (counter guerilla warfare). Bedanya, pasukan khusus Raider Kostrad memiliki status sebagai ‘pemburu’.

Baca Juga: 4 Prajurit TNI Tewas Dibantai KKB, Pangdam Murka: Harus Dihancurkan

Mereka dilengkapi senjata SS-1 R5. Ini merupakan senapan serbu pendek dan ringan, yang menjadi andalan pasukan Raider Kostrad. Senjata SS-1 R5 sendiri merupakan hasil manufaktur PT Pindad.

Senjata ini menjadi andalan pasukan Raider Kostrad untuk menjalani pertempuran di hutan secara senyap. Mereka juga piawai dalam berbagai operasi khusus.

Pasukan Raider Yonif 762. (Istimewa)
Pasukan Raider Yonif 762. (Istimewa)

Pasukan TNI ini bahkan sudah terlatih untuk melakukan berbagai operasi khusus. Contoh operasi khusus yang dapat dilakukan seperti teknik dril kontak, infiltrasi atau penyusupan, eksfiltrasi, Mobud (mobil udara), Ralasuntai (Operasi di Rawa, Laut, Sungai dan Pantai), raid Baswan (operasi pembebasan tawanan), dan raid penghancuran.

Bisa Tidur di Bawah Hujan

Kerennya lagi, mereka juga dapat tidur di bawah guyuran hujan. Ya, sebagai pasukan antigerilya atau pemburu gerilya, pasukan Raider Kostrad harus bisa bertahan hidup berhari-hari di hutan belantara demi lancarnya operasi militer.

Mereka dikenal bisa tidur nyenyak walau diguyur hujan lebat. Walau hanya berlindung di bawah selembar matras tipis, pasukan khusus Raider Kostrad harus bisa tidur demi menjaga kelancaran operasi militer yang tengah dijalankan.

Mereka juga dikenal sebagai pejalan kaki yang tangguh. Dan mampu berjalan hingga ratusan kilometer. Itu karena mereka dikenal memiliki endurance serta tenaga yang kuat, yang membuat mereka mampu berjalan jauh. (rul/*)