Bakamla RI Ungkap Kondisi Natuna Usai Didatangi Kapal Perang China

Bakamla RI (Foto: Istimewa)
Bakamla RI (Foto: Istimewa)

DepokToday- Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Laksdya TNI Aan Kurnia menyebut, perairan teritori wilayah Indonesia yang ada di Natuna terpantau kondusif. Padahal sebelumnya, wilayah tersebut sempat tegang karena didatangi banyak kapal perang China.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, Kepala Bakamla RI memastikan situasi di Laut Natuna Utara dalam keadaan terkendali dan pihaknya pun telah mengamankan area perairan laut tersebut.

Baca Juga: Usik Kedaulatan NKRI, Kapal Perang China Ternyata Bawa Rudal

Terkait hal itu, Aan meminta kepada para nelayan agar tidak perlu khawatir untuk beraktivitas mencari ikan dan kegiatan lainnya.

Bakamla RI Minta Nelayan Serbu Laut Natuna

Laut Natuna merupakan jalur strategis pintu masuk dan keluar kapal yang berasal dari Selat Sunda dan Selat Malaka. Kondisi strategis itulah yang membuat Natuna banyak dilalui berbagai kapal.

Terkait kapal China yang masuk perairan Natuna Utara terjadi bukan dalam waktu yang berdekatan.

Ribuan kapal yang dimaksud juga yang termasuk di wilayah Laut China Selatan. Ini lantaran kedua laut berbatasan langsung.

Baca Juga: Viral Geng Itali Tawuran di Bojong Gede, Motifnya Balas Dendam

Bakamla RI sudah menyampaikan sebuah rekomendasi kebijakan dan strategi di Laut Natuna Utara ke Kemenko Polhukam.

Dalam usulan itu, Bakamla ingin agar wilayah perbatasan tidak hanya diisi oleh kehadiran aparat. Tapi juga  pelaku ekonomi.

“Termasuk nelayan dan kegiatan eksplorasi ESDM serta penelitian,” katanya.

Adapun langkah nyata yang dilakukan adalag dengan mendorong konsep pembentukan Nelayan Nasional Indonesia yang bertujuan mendorong kehadiran pelaku ekonomi.

“Sekaligus mendukung kegiatan monitoring di wilayah penangkapan ikan di LNU.” (rul/*)