Bahaya, Pola Bekerja Ini Tingkatkan Risiko Stroke dan Serangan Jantung

Ilustrasi stroke (Foto: Istimewa)
Ilustrasi stroke (Foto: Istimewa)

DepokToday – Penyakit stroke dan serangan jantung sebetulnya jarang terjadi kepada mereka yang berumur di bawah 40 tahun. Tapi, ketika itu terjadi berarti terdapat tekanan darah tinggi.

Berdasarkan penelitian, menunjukkan bahwa tekanan kerja yang dialami dalam jangka waktu yang lama dapat memicu serangan jantung fatal, stroke, atau penyakit kronis yang cepat.

Melansir dari Bisnis.com, sebuah studi baru yang dilakukan di Swiss telah menyoroti betapa berbahayanya kecemasan karena pekerjaan bagi tubuh.

Dokter Martin Hänsel, dan Dokter Susanne Wegener, mengatakan studi mereka menemukan pria lebih cenderung merokok dan menjadi gemuk daripada wanita, tetapi wanita melaporkan peningkatan yang lebih besar dalam faktor risiko non-tradisional untuk stroke dan serangan jantung, seperti stres kerja, gangguan tidur, dan merasa lelah.

“Peningkatan ini bertepatan dengan jumlah perempuan yang bekerja penuh waktu. Menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga atau aspek sosial budaya lainnya mungkin menjadi faktor, serta tuntutan kesehatan khusus wanita yang mungkin tidak diperhitungkan dalam ‘kehidupan sibuk’ kita sehari-hari.”

Mereka menemukan kasus non-tradisional pada kedua gender. Namun, resiko tersebut lebih menonjol pada perempuan.

Para peneliti mengatakan bahwa faktor risiko non-tradisional adalah tekanan kerja yang akan menimbulkan risiko kardiovaskular.

Pria Lebih Berisiko Kena Serangan Jantung dan Stroke

Secara tradisional pria dianggap lebih sering terkena serangan jantung dan stroke daripada perempuan, tetapi di beberapa negara, perempuan justru mendominasi.

Baca Juga: Dikejar Pasukan Setan TNI, Nyali KKB Mendadak Ciut Sampai Begini  

Sebuah studi baru-baru ini ditujukan untuk pekerja di Inggris, yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Mereka mengatakan bahwa jam kerja yang panjang dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih tinggi.

Dalam Journal Environmental International menunjukkan bahwa bekerja 55 jam atau lebih dikaitkan dengan risiko stroke 35 persen lebih tinggi dan risiko penyakit jantung fatal 17 persen lebih besar, dibandingkan dengan individu yang bekerja antara 35 dan 40 jam setiap minggu.

Menurut angka yang dikeluarkan oleh Eksekutif Kesehatan dan Keselamatan Inggris, sebagian besar dari setengah warga di Inggris sakit, karena stres terkait pekerjaan. Hal itu di tandai dengan perasaan lelah yang berlebihan, tanpa energi, dan mudah tersinggung. (lala/*)