Bahas Aswaja, ini Pesan Ketua PCNU kepada Jemaah dan Depok Begaya

Ketua PCNU Depok, Ustaz Achmad Solechan (berdiri).(Foto: Istimewa)

GROGOL—Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Limo memulai kembali Lailatul Ijtima di Pesantren Subulul Haromain pimpinan Kiai Syamsudin, kawasan Grogol, Selasa (27/10/2020) malam.

Hadir pada kegiatan tersebut, Ustaz Achmad Solechan (Ketua PCNU Kota Depok), H. Acep Azhari (Ketua Umum Depok Begaya), dan jemaah yang notabene nahdliyin (warga NU).

Pada acara yang disebut “Pertemuan Malam” itu, Ketua PCNU Kota Depok, Achmad Solechan, mengingatkan kepada jemaah jangan tertipu dengan pihak yang mengaku ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) demi kepentingan semu.

Menarik Lainnya: https://depoktoday.com/jaga-tradisi-kultural-nu-dan-pola-pikir-moderat/

“Jangan sampai tertipu dengan pihak yang mengaku dan menampilkan Aswaja hanya periodik lima tahunan atau hanya pencitraan,” pesan Ustaz Solechan.

Ia juga memberikan saran kepada relawan Depok Begaya yang dikomando H. Acep Azhari.

Ustaz Solechan berkata, sudah saatnya relawan Depok Begaya menyadari potensi Depok yang sesungguhnya, dimana sekian periode kepemimpinan di Depok tidak pernah tergarap bahkan boleh jadi memang sengaja untuk tidak menggarap potensi yang ada ini.

“Relawan Depok Begaya yang dipimpin oleh H. Acep Azhari mesti cerdas dan melakukan aksi penyadaran kepada semua komponen bahwa Depok harus mulai berbenah dan bangkit,” tegasnya.

Sedangkan ihwal kembali digelarnya Lailatul ijtima, Ustaz Solechan sangat mengapresiasi. Kata dia, Lailatul Ijtima adalah forum berkumpulnya para pengurus NU dengan warga NU.

“Pengurus memaparkan program yang telah dan akan dilaksanakan. Sedangkan warga NU menyampaikan catatan, usulan program dan yang patut diperhatikan,” katanya.

Menurut Ustaz Solechan, aktivitas ini sangat penting karena akan dilaksanakan terkait pemahaman dan penguatan akidah Aswaja.

“Menjadi tugas para pengurus untuk terus bergerak dan bergerak menjaga dan membentengi ummat dari serbuan ideologi yang sesungguhnya berlawanan dengan Aswaja,” jelasnya.

NU, lanjut Ustaz Solechan, sebagai rumah besar Aswaja selayaknya menjadi tuan rumah di Depok.

“Saatnya Depok menunjukkan jati dirinya yang asli. Depok adalah bumi Aswaja yang sesungguhnya, yang ditunjukkan dengan kepemimpinan yang merepresentasikan akidah Aswaja,” tuturnya.

(ale)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here