Bacawalkot Depok ini Divonis 17 Bulan Penjara

Nurul Qomar.(Foto: viva.co.id)

BREBES-Nurul Qomar, pelawak senior, divonis 17 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Qomar yang juga ikut dalam penjaringan bakal calon wali kota (bacawalkot) Depok di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), itu terjerat kasus penggunaan Surat Keterangan Lulus (SKL) palsu saat melamar jadi rektor di Universitas Muhadi Setyabudi (UMUS) Brebes tahun 2017 lalu.

“Mengadili terdakwa Nurul Qomar secara sah melanggar pemalsuan surat atau dokumen. Menjatuhkan pidana 1 tahun 5 bulan dan denda Rp 200,” kata Hakim Ketua Sri Sulastri di Pengadilan Negeri Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/11/2019).

“Jadi kalau terdakwa (Qomar) menerima akan segera dilakukan eksekusi. Tetapi jika mengajukan banding maka menunggu sampai inkrah,” ujar Sri Sulastri seperti dikutip dari Merdeka.com.

Atas putusan tersebut, Qomar melalui tim kuasa hukumnya langsung menyatakan banding, sedangkan JPU menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut.

Menurut Qomar banding yang diajukan tersebut, tidak dilakukan penahanan sehingga dirinya masih bisa beraktivitas di luar seperti syuting dan menghadiri pengajian.

“Kalau soal banding silakan (tanya) ke tim pengacara saya. Yang jelas berkas banding langsung kami buat,” ucapnya menegaskan.

“Kami menghormati putusan hakim. Akan tetapi, kami tidak sependapat dengan putusan hakim tersebut sehingga mengajukan banding,” ujarnya.

Ketua Majelis Hakim Sri Sulastuti pada amar putusannya menyatakan bahwa terdakwa Nurul Qomar dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 263 ayat 2 Tentang Pemalsuan Surat dan menjatuhi hukuman 1 tahun 5 bulan penjara, serta mewajibkan terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp2.000.(merdeka.com/liputan6.com/red)