Babai Suhaimi Minta Larangan Bukber Dikaji Ulang, Begini Alasannya

Babai Suhaimi
Babai Suhaimi. (Foto: DepokToday/Ahi)

KALIMULYA—Anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi, meminta Pemerintah Kota Depok untuk mengkaji ulang larangan mengenai buka bersama (bukber) dan tarawih keliling (tarling).

Babai menilai kebijakan tersebut tidak tepat. Pasalnya, kata dia, bertentangan dengan Pemerintah Pusat dan wilayah dari Kementerian Agama.

“Kebijakan ini perlu dikaji ulang. Sebab, dengan pelarangan bukber itu mematikan ekonomi masyarakat. Dengan adanya bukber usaha kuliner banyak mendapatkan order atau pesanan. Kalau dilarang, sudah kondisi seperti ini pastinya akan menyusahkan. Padahal, kalau dilakukan berdasarkan prokes (protokol kesehatan-red) kan tidak ada masalah,” papar Babai seusai menghadiri acara pelantikan pengurus Majelis Taklim At-Taubah di kawasan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, akhir pekan lalu.

DIBACA JUGA: https://depoktoday.hops.id/pemkot-depok-larang-bukber-ini-alasannya/

Ia mengaku, dalam kebijakan tersebut dari DPRD tidak dilibatkan sama sekali. Dirinya menambahkan, berkaitan dengan pelarangan tarling yang dilakukan lembaga pemerintahan atau lainnya juga kurang tepat.

“Di masa pandemi saat ini masyarakat butuh kehadiran pemerintah. Pelarangan bukber dan tarling ini kebijakan kurang tepat perlu dikaji ulang,” tandasnya lagi.

“Sudah moda transportasi dilarang beroperasi ditambah bukber dilarang. Padahal, di Depok itu banyak sentra kuliner yang di bulan puasa biasanya permintaan meningkat. Belum lagi, tarling dilarang juga akan memberikan dampak pada para penceramah di bulan puasa,” sambungnya.

“Padahal, dengan dibolehkannya tarling tentunya akan memberikan dampak positif. Orang akan bahagia menyambut puasa dan lebaran. Dengan pelarangan ini, bisa memberikan dampak di masyarakat. Saya rasa pelarangan ini cuma gimik saja,” pungkas Babai.

(ahi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here