Ayu Ngaku Jadi Korban Penipuan Berkedok Jual Rumah Murah

Ayu, korban penipuan berkedok jual rumah murah. (Depoktoday.hops.id)
Ayu, korban penipuan berkedok jual rumah murah. (Depoktoday.hops.id)

BOJONGGEDE- Sejumlah warga yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan rumah murah dengan modus berbasis syariah mendatangi Polres Metro Depok, pada Kamis 10 Juni 2021. Mereka berharap, polisi segera mengusut kasus ini dan menangkap pihak pengembang.

Ayu, salah satu korbannya mengaku, rumah yang dijanjikan berada di Perumahan Nanggela Indah Residence II, di kawasan Kampung Nanggela, Desa Sukmajaya, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor.

Ya, alih-alih ingin menghindari riba, ia justru mengaku jadi korban penipuan berkedok bisnis syariah dengan iming-iming rumah murah.

Baca Juga: Diduga Penipuan Berkedok Sumbangan, Dua WNA Diciduk di Depok

Kejadian bermula ketika dirinya tertarik dengan harga rumah murah yang ditawarkan melalui akun media sosial beberapa tahun silam. Selain harga yang terjangkau, pihak developer atau pengembang juga mengklaim produk yang dijual berbasis syariah.

“Saya tertarik karena katanya prosesnya cepat dan mudah hanya sekitar 4-6 bulan bisa jadi rumah,” katanya saat ditemui di Polres Metro Depok pada Kamis 10 Juni 2021.

Namun nyatanya, setelah membayar sejumlah tagihan termasuk angsuran, rumah yang dijanjikan tak juga dibangun. Padahal ia telah menyetor uang senilai Rp 84 juta-an sejak dua tahun lalu. Adapun rumah tersebut dibandrol seharga Rp 350 juta-an.

“Saat saya kesana, saya syok ternyata rumah saya masih pondasi, belum ada bangunan,” ujarnya

Tuntutan Korban Penipuan Rumah Murah

Ia mengaku, dirinya bukanlah korban satu-satunya atas kejadian ini. “Banyak yang nasibnya sama kaya saya. Ini mereka juga mau bikin laporan.”

Terkait hal itu, Ayu dan sejumlah korban lainnya pun berharap aparat bisa segera mengungkap kasus ini.

“Intinya tuntutan kita semua uang kembali, karena memang saat ini di masa pandemi butuh sekali uang. Menurut saya ini karena rumah kita nggak jadi maka dari itu uang harus kembali.” (rul/*)