Ayah Bunda Perlu Tahu, Begini Tiga Cara Asah Bakat Anak

Bakat anak (Istimewa)
Bakat anak (Istimewa)

DepokToday- Bakat anak dengan kemampuan positif tentu menjadi dambaan setiap orang tua. Namun tentu tidak semua orang dianugerahi hal tersebut. Namun ternyata, bakat dapat dipantik agar bisa keluar.

Dilansir dari haibunda, Praktisi Pendidikan Munif Chatib, untuk menggali potensi bakat yang terpendam pada anak, orang tua perlu terlibat aktif.

Kalau orang tua sudah melihat bakat anaknya dan anaknya sudah sepakat tentang potensinya, untuk benar-benar mengembangkan pantiklah dengan kesempatan-kesempatan minat,” katanya dikutip pada Jumat 3 September 2021.

Menurut dia, kalau bakat dari internal, minat itu dari eksternal

“Misalnya, anak suka menggambar, daftarkan kursus yang dekat dengan bakatnya. Ini adalah pantikkan minat dan itu dampaknya dahsyat. Kalau orang tua sudah tahu bakat anaknya, tugasnya adalah memberikan tantangan-tantangan agar bakat ini dinamis dan berkembang,” jelasnya.

Baca Juga: Ketika Janda Cantik dari Austria Kebelet Nikahi Tukang Sapu Jakarta

Munif mengungkapkan, bakat bisa terlihat dari rasa suka. Namun tidak semua rasa suka itu bakat, tapi bakat anak itu berasal dari rasa suka.

“Bakat juga ada yang bisa terlihat, tapi ada juga yang terpendam. Kita bisa mengetahui bakat anak secara akademis melalui multiple intelligent research.”

Selain itu, kata Munif, orang tua juga bisa menemukan bakat buah hatinya dengan berburu (hunting) bakat. Caranya dengan bertanya rasa suka pada anak, baik yang sudah pernah dilakukan atau masih dipikirkan saja.

“Kita harus berburu bakat dengan tantangan-tantangan minat, bertanya sama anak rasa sukanya apa? baik rasa suka pernah dilakukan atau masih di awang-awang. Kalau sudah di-listing, harus sabar memberikan tantangan-tantangan minat,” tuturnya.

Ciri Rasa Suka yang Ternyata Bakat Anak

Selain ulasan di atas tadi, para orang tua juga bisa mengenali bakat anak dari rasa sukanya. Berikut ciri-ciri rasa suka yang dikatakan sebagai bakat:

1.Rasa Suka yang Bila Terus Dilakukan Bisa Memunculkan kemampuan tertentu.

Rasa suka ini kalau diteruskan maka akan lahir sebuah kemampuan yang khas. Contohnya, anak suka coret-coret, lalu kita sebagai orang tua bisa membimbing dan fokus.

“Kalau diteruskan, ujungnya anak akan punya kemampuan menggambar dan mendesain,” kata Munif.

2.Rasa Suka yang Tidak Bisa Dihalangi

Rasa suka yang tidak bisa dihalangi dengan berbagai cara adalah ciri-ciri bakat. Ketika orang tua melawan, anak tetap ingin melakukan itu atau tumbuh di dirinya sendiri. Misalnya, anak suka main bola tapi orang tuanya melarang.

Baca Juga: Warga Limo Terancam Kehilangan Tanah, Mantan Kades Punya Bukti Kuat

3.Rasa Suka yang Menjadikan Anak Fast Learner

Ciri bakat adalah rasa suka yang menjadikan anak pembelajar cepat (fast learner) ketika dipelajari. Ketika ditemukan rumah akademis dan anak belajar silabus, dia menjadi pembelajar cepat.

“Ketika buah hati merasa tertantang untuk belajar di setiap minggunya, itu bakat,” kata Munif.

Tapi kalau anak dimasukkan ke rumah akademis atau ikut kursus, tapi anak sudah tidak bersemangat, maka itu bukan bakat. Bisa saja rasa suka itu hanya ikut-ikutan teman. (rul/*)