Awas Oximeter Palsu Bisa Mencuri Data Anda Lewat Sidik Jari

Ilustrasi oximeter di handphone. Awas ada yang palsu. (Istimewa)
Ilustrasi oximeter di handphone. Awas ada yang palsu. (Istimewa)

DEPOK- Belakangan ini banyak masyarakat yang memasang aplikasi oximeter di handphone. Namun ternyata, alat yang diklaim bisa mengukur tingkat saturasi oksigen itu ada juga yang palsu loh.

Bahkan, jika salah unduh alat tersebut dapat digunakan oleh pelaku pencurian data dengan modus sidik jari.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, hal tersebut diungkap oleh pakar IT sekaligus dosen di ITB, Budi Rahardjo.

Kata dia, aplikasi oximeter palsu tersebut bukannya mengukur saturasi oksigen, tapi malah mencuri sidik jari si penggunanya.

Aplikasi tersebut akan meminta pengguna untuk menempelkan sidik jari ke handphone.

Kemudian, bukannya saturasi oksigen dapat terukur, tapi aplikasi malah mencuri identitas pengguna lewat sidik jari.

“Jadi aplikasi itu bukan oximeter tetapi aplikasi fake di mana sidik jari kita dicuri, ditempel di kamera,” katanya dikutip pada Jumat 16 Juli 2021.

Oximeter Palsu Belum Masuk RI

Namun demikian, Budi menerangkan bahwa kejadian tersebut baru terjadi di negara India. Hal ini lantaran penduduk India banyak yang bisa membuat aplikasi untuk handphone.

Meskipun aplikasi tersebut telah dihapus, namun sejumlah penduduk India kembali membuatnya dan akhirnya muncul lagi.

“Karena orang India pintar-pintar membuat aplikasi, aplikasi ini pabalatak, banyak sekali. Tutup lagi muncul lagi, tutup lagi muncul lagi,” kata Budi.

Baca Juga: [Update] Sebaran Kasus COVID-19 di Kota Depok, Kamis 15 Juli 2021: Aktif 12.945, Meninggal 1.335, Sembuh 58.831

Kendati baru kejadian di India, namun Budi mengatakan tak menutup kemungkinan jika hal serupa bisa terjadi di Indonesia.

Namun dia tetap berharap masalah aplikasi oximeter palsu ini tidak akan pernah masuk ke Indonesia.

“Mudah-mudahan tidak masuk ke Indonesia. Mudah-mudahan orang Indonesia cepat sadar yang gini tuh banyak masalah,” kata Budi. (rul/*)