Asisten Dokter Dicabuli Bos EO

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah (Istimewa)

MARGONDA– Seorang asisten dokter menjadi korban pemerkosaan oleh pria bertato di sebuah rumah kontrakan, di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat. Sebelum disetubuhi, wanita cantik ini sempat dicekoki minuman beralkohol.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah mengungkapkan, kejadian bermula ketika pelaku berkenalan dengan korban sebut saja Mawar (bukan nama sesungguhnya), melalui salah satu aplikasi media sosial di akhir 2019, lalu. Setelah cukup lama menjalin komunikasi lewat online, mereka akhirnya sepakat untuk bertemu.

“Awal mulanya korban berkenalan dengan pelaku melalui aplikasi mencari jodoh diakhir tahun 2019. Setelah itu korban dan pelaku saling chatting dan bertemu di sebuah rumah makan pada 10 Maret 2020,” katanya pada Kamis 28 Mei 2020

Kemudian, keduanya kembali melakukan pertemuan lanjutan. Saat itu, wanita 26 tahun ini meminta diajarkan masak oleh ATG (pelaku) yang diketahui berkecimpung di dunia event organizer (EO). Tawaran itu rupanya disambut dengan niat mesum pria bertato tersebut.

Kemudian, korban diajak ke rumah kontrakan pelaku di kawasan Cinere pada malam takbiran, Sabtu 23 Mei 2020.

“Sesampainya dikontrakan, pelaku dan korban sempat berbincang-bincang. Kemudian pelaku menyuguhkan korban dengan minuman beralkohol, dengan alasan dalam rangka minum-minum cantik,” beber Azis

Disaat korban tidak berdaya karena pengaruh minuman keras tadi,  pria 31 tahun ini kemudian menggagahinya.

“Setelah kejadian, korban kemudian ditinggal pelaku. Nah si korban akhirnya tersadar melihat pakaiannya sudah terlepas. Saat itulah, dia (korban) menyadari bahwa telah terjadi tindakan perbuatan asusila terhadap dirinya.”

Atas kejadian tersebut, korban melapor ke orangtua yang akhirnya ditindaklanjuti ke ranah hukum. “Sekarang pelaku sudah kita lakukan tindakan hukum dan sekarang proses penyidikan.”

Lebih lanjut Azis mengatakan, atas ulahnya itu, pelaku diancam dengan jeratan Pasal 286 KUHP tentang perbuatan asusila terhadap seseorang dalam keadaan tidak berdaya. “Ancaman hukumanya 7 tahun penjara,” ujarnya. (rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here