Arya Wedakarna Dorong Pembangunan Enam Tempat Ibadah di Kampus

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali, Shri IGN Arya Wedakarna MWS (kemeja putih tengah). Foto: Istimewa

JAKARTA- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali, Shri IGN Arya Wedakarna MWS mengapresiasi kebijakan Universitas Pancasila (UP), yang telah menyisihkan sebagian lahannya untuk didirikan enam tempat ibadah.

Hal itu diungkapkan Arya usai meninjau pembangunan pura untuk umat Hindu di kampus UP, Jakarta pada Sabtu 24 April 2021. Selain pura, di kampus  itu juga terdapat lima tempat ibadah lainnya, seperti masjid, gereja, hingga klenteng.

“Saya dari DPD RI mendukung sekali pendirian enam tempat ibadah di UP. Ini akan menjadi yang pertama kali perguruan tinggi swasta yang ada di Indonesia, selain Universitas Negeri Solo yang sudah melakukannya,” kata Arya dikutip pada Senin 26 April 2021.

Ia berjanji, dirinya melalui lembaga DPD dengan kekuatan politik yang ada akan berusaha membantu proses pembangunan tempat ibadah tersebut. Menurut dia, kehadiran enam tempat ibadah di kampus UP menjadi living laboratory untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.

“Jadi ini tidak hanya sekedar teori, tapi juga langsung praktik ya,” ujarnya

Baca Juga: 54 Tahun Berkiprah di Dunia Pendidikan, Ini Bakti UP untuk Negeri

Arya menyebut, dari sekira 4 ribu-an perguruan tinggi di Indonesia, UP adalah perguruan tinggi swasta pertama yang telah memiliki enam tempat ibadah tersebut.

“Perguruan swasta yang seperti ini luar biasa. Karena kita tahu di beberapa daerah jangankan membuat tempat ibadah besar seperti ini, hanya membuat tempat-tempat kecil saja banyak resistensinya,” kata Arya

Atas dasar itulah, pria yang mengaku sebagai keturunan Raja Majapahit Bali itu pun berharap semua pihak ikut mendorong pembangunan enam tempat ibadah di lingkungan kampus.

“Mari dong tiru kebaikan UP, kalau bisa perguruan-perguruan tinggi negeri yang ada di seluruh Indonesia bangun enam tempat ibadah, tapi dengan APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) dan anggaran itu ada, 20 persen anggaran pendidikan tinggi itu ada.”

Lebih lanjut Arya mengatakan, pihaknya akan segera melaporkan hal ini dalam forum sidang.

“Ini akan diagendakan, negara harus membantu. Saya sangat terharu, ditengah distoleransi yang marak ini merupakan suatu jawaban,” katanya

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan dan Pembina UP, Prof Edie Toet Hendratmo mengaku, menyambut baik dukungan yang diberikan oleh anggota DPD tersebut.

Ia menyebut, pesan moral yang ingin disampaikan dari pembangunan enam tempat ibadah itu, tak lain adalah kesamaan hak ibadah.

“Kita pancasila semua agama kita sama. Jadi pesan moralnya itu.”

Nantinya, seluruh tempat ibadah tersebut dapat digunakan oleh masyarakat umum, tidak hanya civitas kampus. (rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here