Arkeolog Temukan Batu Berbentuk Penis Peninggalan Romawi Kuno

Ilustrasi arkelog sedang menggali batu-batuan kuno (Istimewa)
Ilustrasi arkelog sedang menggali batu-batuan kuno (Istimewa)

DEPOK- Sejumlah arkeolog berhasil menemukan batu berbentuk penis manusia yang diperkirakan peninggalan zaman Romawi Kuno. Benda bersejarah itu ditemukan di Kota Catterick, Inggris, belum lama ini.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, benda itu menjadi salah satu dari ribuan artefak yang ditemukan selama setengah dekade pekerjaan penggalian arkeologi di sekitar kota yang berada di utara Inggris tersebut.

Menurut sejumlah pakar arkeolog, batu berbentuk penis manusia berukuran sekitar 27 cm itu diyakini berasal dari tahun-tahun awal pendudukan kerajaan kuno di Inggris, yang dimulai pada abad pertama Masehi.

Batu berbentuk penis manusia Foto: Independent
Batu berbentuk penis manusia Foto: Independent

Penemuan ini merupakan salah satu di antara lebih dari 62.000 benda bersejarah yang digali selama lima tahun, dan dilakukan sebagai bagian dari pekerjaan untuk meningkatkan A1 di sekitar kota Yorkshire Utara–yang didirikan oleh orang Romawi.

Selain batu berbentuk penis manusia, beberapa benda lainnya juga ditemukan, termasuk kacang pistachio berusia 2.000 tahun dan tertua yang pernah ditemukan di Inggris, serta tembikar, pembakar dupa, bros, dan karya seni yang mungkin dibawa dari Mediterania.

Baca Juga: Dosen UI Temukan Kapal Kuno Nusantara Abad ke-16 Masehi

Melansir laman Independent, dikutip pada Selasa 20 Juli 2021, batu berbentuk penis manusia itu sendiri kali pertama digali pada tahun 2014 lalu dan selesai pada 2018.

Tetapi analisis penuh dari semua objek diselesaikan oleh Northern Archaeological Associates baru-baru ini.

Temuan Arkeolog dan Batu Tua

Semua benda yang ditemukan dari penggalian itu, termasuk 2,8 ton tulang hewan dan 2,5 ton tembikar, akan disimpan di Museum Yorkshire di York, Inggris.

Secara keseluruhan, para ahli arekeolog mengatakan, koleksi batu itu menawarkan salah satu wawasan paling signifikan tentang kehidupan di kota benteng Romawi yang pernah digali.

Dr Jonathan Shipley, konsultan warisan utama AECOM, raksasa infrastruktur yang melakukan perbaikan jalan mengatakan, hal itu akan sangat meningkatkan pemahaman manusia tentang pengembangan situs.

Lebih lanjut, Helen Maclean, yang juga dari AECOM, menambahkan,

“Ini menyelesaikan 17 tahun pekerjaan arkeologi dan rekayasa terpadu di A1,” katanya.

“Ada beberapa penemuan fantastis selama pekerjaan arkeologi, yang telah sangat meningkatkan pengetahuan arkeologi kita,” sambungnya.

Penggalian di sepanjang A1 dianggap punya potensi besar dalam penemuan bersejarah karena sebagian besar jalanan yang ada di wilayah tersebut saat ini, mengikuti rute jalur pada masa Romawi kuno antara York dan Tembok Hadrian. (rul/*)