Ari Kuncoro Resmi Lepas Jabatan di BRI, Demi UI?

Rektor UI, Prof Ari Kuncoro (kiri) bersalaman dengan mantan Rektor UI, Prof, M. Anis (DepokToday.com)
Rektor UI, Prof Ari Kuncoro (kiri) bersalaman dengan mantan Rektor UI, Prof, M. Anis (DepokToday.com)

DEPOK – Ari Kuncoro akhirnya resmi melepaskan jabatannya sebagai Wakil Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI. Rektor UI tersebut kini melenggang hanya dengan satu jabatan yang sedang diembannya.

Informasi mundurnya Ari Kuncoro tersebut disampaikan BRI dalam surat nomor B.118-CSC/CSM/CGC/2021 tertanggal 22 Juli 2021, dan ditampilkan dalam keterbukaan informasi BRI kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Pengunduran diri Sdr. Ari Kuncoro dari jabatannya sebagai Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen Perseroan. Tidak ada dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Emiten atau Perusahaan Publik,” tulis Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto seperti dikutip Suara.com, Kamis 22 Juli 2021.

Nama Ari Kuncoro memang sedang menjadi pergunjingan, pasalnya Rektor UI yang terpilih sejak tahun tahun 2019 itu diduga melanggar Statuta UI pasal 35 yang menyebut jabatan Rektor tidak boleh diemban oleh seorang pejabat BUMN.

Sementara Ari tercatat sebagai pejabat BUMN sejak tahun tahun 2020 dengan mengemban amanat sebagai Wakil Komisaris Utama BRI.

Baca Juga: Revisi Statuta UI Jadi Bahan Becandaan di Dunia Maya Hingga Viral

Tidak sampai disitu, pergunjingan Ari Kuncoro semakin berlanjut setelah Presiden Joko Widodo atau Jokowi merubah PP No. 68 tahun 2013 tentang Statuta UI menjadi PP No 75 tahun 2021.

Dalam pasal 39 PP No 75 tahun 2021 disebutkan, Rektor UI boleh rangkap jabatan di BUMN asalkan bukan jabatan direksi, mengganti kalimat dalam Pasal 35 poin c yang berbunyi Rektor dan Wakil Rektor UI dilarang merangkap sebagai pejabat pada pejabat BUMN/BUMD maupun swasta.

Atas langkah Presiden Jokowi tersebut, keluarlah sindirian-sindiran tentang Ari Kuncoro di media sosial yang menyebut kalau orang nomor satu di UI tersebut memiliki kekuatan yang super.

“Rektor UI mau naik gunung tapi nggak kuat. Gunungnya yang disuruh turun,” tulis akun @sandalista1789 di media sosial twitter.

“Rektor UI salah masukin password ATM 3 kali, presiden bikin aturan seluruh bank harus menambahkan kesempatan salah password ATM sampai rektor UI inget,” tulis akun @Luqbaehaqi.

Bahkan, ekonom Faisal Basri pun ikut berkomentar melalui akun twitternya @FaisalBasri. Ia menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi dianggap tidak memiliki niat membangun kampus pertama di Indonesia tersebut.

“Lebih penting menyelamatkan Prof. Ari Kuncoro ketimbang memajukan UI. Luar biasa Presiden,” kata Fasial yang juga menandai akun pribadi Presiden Jokowi. (ade/*)