Aparat Tutup Akses Olahraga di GDC Hingga Pertigaan Sektor Melati

Aparat melakukan penyekatan di kawasan GDC sampai dengan pertigaan depan pintu Sektor Melati. Sasarannya pekerja sektor non esensial dan mereka yang berolahraga. (DepokToday.com)
Aparat melakukan penyekatan di kawasan GDC sampai dengan pertigaan depan pintu Sektor Melati. Sasarannya pekerja sektor non esensial dan mereka yang berolahraga. (DepokToday.com)

DEPOK- Sejumlah lokasi area publik dijaga ketat aparat gabungan di Kota Depok pada Minggu 11 Juli 2021. Beberapa titik yang dijaga terkait PPKM Darurat itu di antaranya, Jalan Margonda, kemudian kawasan Grand Depok City atau GDC hingga pertigaan Sektor Melati.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk membatasi ruang gerak aktivitas masyarakat di area publik, termasuk mereka yang hendak melakukan olahraga atau bersepeda pada hari libur seperti saat ini.

Salah satu titik yang jadi pusat konsentrasi pengamanan adalah Alun-alun Depok yang ada di kawasan GDC.

Aparat melakukan penyekatan di kawasan GDC. (DepokToday.com)
Aparat melakukan penyekatan di kawasan GDC. (DepokToday.com)

Petugas telah menutup akses menuju wilayah GDC tersebut dari mulai perempatan Jalan Boulevard  hingga pertigaan depan Sektor Melati.

“Hari ini kita melakukan penyekatan di GDC yang menuju alun-alun. Ini dalam rangka untuk mengurangi mobilitas warga yang keluar rumah,” kata Kapolsek Sukmajaya, Ajun Komisaris Polisi Syafri Wasdar saat memimpin penyekatan tersebut bersama tiga pilar.

Sasaran Aparat di GDC dan Sektor Melati

Adapun sasaran operasi ini, kata Syafri, sesuai dengan aturan PPKM Darurat, yakni mereka yang bukan pekerja sektor esensial, ataupun warga yang sekedar berolahraga di area publik.

Baca Juga: Jadi Korban PHP COVID, Abu Janda Nggak Bisa Mikir

Aparat gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP telah berhasil menghalau kegiatan tersebut secara humanis.

“Kami imbau agar kegiatan itu sementara ini dilakukan di rumah saja. Untuk hari ini masih cukup banyak yang belum tahu aturan itu, masih banyak kami temukan yang bersepeda, namun alhamdulillah mereka memahami,” kata Syafri. (rul/*)