Apa Kabar Perkara Raffi Ahmad di Pengadilan Negeri Depok, Ini Hasilnya

Sidang Raffi Ahmad (DepokToday.com)
Sidang Raffi Ahmad (DepokToday.com)

DepokToday- Perkara yang menjerat artis Raffi Ahmad atas dugaan perbuatan melawan hukum terkait protokol kesehatan COVID-19 rupanya telah putus di Pengadilan Negeri Depok sejak 7 Juli 2021, lalu.

Pada sidang tersebut, hakim akhirnya menolak gugatan David Tabing, selaku pihak yang menggugat Raffi Ahmad.

Adapun bunyi amar putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok yakni, menolak tuntutan provisi (biaya) penggugat, mengabulkan eksepsi (pembelaan) tergugat, menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima.

“Sudah diputus tanggal 7 Juli 2021,” kata Humas Pengadilan Negeri Depok, Ahmad Fadil dikutip pada Kamis 29 Juli 2021.

Dengan putusan tersebut, majelis hakim meminta David Tobing untuk membayar biaya perkara senilai Rp 550 ribu.

Dalam SIPP PN Depok, majelis hakim juga telah memberitahu Raffi Ahmad dan David Tobing pada 7 Juli 2021.

Namun rupanya David Tobing tak menyerah. Ia telah mengajukan banding ke Pengadilan Negeri Depok.

“Iya, permohonan banding (diajukan) pada 19 Juli 2021,” kata Ahmad Fadil.

Kronologi Perkara Raffi Ahmad

Advokat Publik, David Tobing mengaku telah mengajukan gugatan terhadap Raffi Ahmad pada Pengadilan Negeri Depok dengan nomor registrasi online PN DPK-012021GV1 melalui kuasa hukumnya Richan Simanjuntak dan Winner Pasaribu.

Raffi digugat karena dianggap melanggar protokol kesehatan karena menghadiri pesta dan terlihat tidak mengenakan masker saat berfoto bersama sejumlah artis lainnya. Peristiwa itu terjadi usai Raffi menjalani vaksinasi bersama Presiden RI, Joko Widodo pada Rabu 13 Januari 2021.

David menjelaskan, gugatan itu sesuai kapasitasnya sebagai seorang advokat yang wajib menegakkan hukum dan sebagai warga negara yang peduli akan penanggulangan COVID-19 dan mendukung program vaksinasi yang dilakukan pemerintah.

Baca Juga: Depok Raih Predikat Nindya Kota Layak Anak, Netizen: 77 Persen Nggak Percaya

Selain melanggar aturan, David juga menganggap tindakan Raffi sudah melanggar norma kepatutan dan prinsip kehati-hatian yang membuktikan bahwa Raffi tidak melaksanakan kewajiban hukumnya sebagai tokoh publik dan influencer untuk mensosialisasilan program vaksinasi dan protokol kesehatan. (rul/*)