Antisipasi  COVID-19, Urus Tilang di Kejari Depok Cuma 5 Menit

Suasana antrian pengambilan tilang di Kejari Depok (istimewa)

SUKMAJAYA– Sejumlah pelanggar lalu lintas yang dikenakan sanksi tilang memadati kantor Kejaksaan Negeri (Kejari), Depok, Jawa Barat, Jumat 14 Agustus 2020. Tak ingin ambil resiko, petugas pun memberlakukan protokol kesehatan yang cukup ketat terkait COVID-19.

“Jadi setiap yang mengambil tilang untuk masuk ke ruang tunggunya kita siapkan kursi yang sudah kita kasih jarak, semua wajib menggunakan masker dan disemprot hand sanitizer, dan suhunya lebih dulu dicek,” kata Kepala Kejari Depok, Yudi Triadi

Pihaknya mencatat, sampai saat ini telah menerima sebanyak 3.000 berkas tilang, limpahan dari Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok.

“Jumlah berkas tilang yang masuk hari ini sekitar 3.000, tapi yang datang diperkirakan 1.000-1.500 orang, namun itu harus kita cek diakhir, karena kita masih rekap,” katanya

Kedepannya, pihak kejaksaan bakal menerapkan sistem online terkait pengambilan tilang. Cara ini dinilai efektif untuk menjaga keamanan petugas dan masyarakat.

“Dalam waktu dekat kita sedang mengkaji terobosan dan inovasi yang kita lakukan di bidang Pidum (pidana umum). Ya melihat hasil tilang hari ini akan dievaluasi,” katanya

Yudi menerangkan, ada beberapa terobosan berbasis digital yang sudah berjalan. Seperti inovasi besuk tahanan dan layanan aduan secara online.

“Untuk tilang kita akan coba buat terobosan, tapi plus minusnya akan kita kaji.”

Dirinya menegaskan, untuk saat ini, proses pengambilan tilang masih dilakukan secara manual, tapi mengacu pada protokol kesehatan. “Untuk layananan kita persingkat, kita pastikan satu orang pelanggar mengurus tilang tidak sampai 5 menit.”

Kemudian, kantor Kejari Depok juga telah menyiapkan ruang khusus pengambilan tilang dengan fasilitas penunjang kenyamanan.

Lebih lanjut Yudi mengatakan, rata-rata mereka yang kena tilang adalah pengendara motor dengan jumlah kasus mendominasi yaitu lawan arus. Adapun denda yang dikenakan sekira Rp 50 ribu.

“Rata-rata untuk pengambilan tilangnya yang mendominasi seperti yang disampaikan Satlantas Polres Depok, yakni melawan arus, dan tak mengenakan helm. Ini adalah hasil razia kepolisian selama selama Operasi Patuh Jaya,” jelasnya. (rul/*)