Angka Kesembuhan Covid di Depok 78,79%, 15 Kelurahan Nihil Kasus

Peta Kota Depok.(Istimewa)

MARGONDA-Persentase kesembuhan pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Depok dari waktu ke waktu terus bertambah. Data yang dihimpun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada 16 Juli 2020 mencapai 78,79%.

“Persentase ini lebih tinggi dari Provinsi Jawa Barat 38,87% dan nasional 48,8%,” ungkap Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Adapun untuk persentase yang meninggal di Kota Depok, katanya lagi, mencapai 3,8 persen. Sementara di Jawa Barat angka kematian sebesar 3,5 persen dan data di Pusat sebesar 4,7 persen. Perhitungan tersebut dihitung dari kasus yang meninggal dibagi jumlah terkonfirmasi positif.

“Jika dibandingkan dari waktu ke waktu, angka kematian di Depok terus menurun, data per tanggal 31 Maret 2020 sebesar 11,6%, 30 April 2020 sebesar 6,2%, 31 Mei 2020 sebesar 5,4%, 30 Juni 2020 sebesar 4,4% dan 16 Juli 2020 sebesar 3,8%,” paparnya.

Lebih lanjut diutarakannya, penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 16 kasus. Penambahan tersebut berasal dari tindaklanjut program rapid test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan Swab dan PCR di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Depok sebanyak 6 kasus, Laboratorium RS UI sebanyak 4 kasus, 2 kasus merupakan informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, 3 kasus merupakan informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan 1 kasus merupakan informasi dari BBTKLPP Jakarta.

“Adapun kasus konfirmasi yang sembuh hari ini bertambah 15 orang menjadi 728 orang atau 78,79% dari seluruh kasus konfirmasi positif yang ada di Kota Depok. Selanjutnya untuk OTG yang selesai pemantauan hari ini pun bertambah 21 orang dan ODP 1 orang, sedangkan untuk PDP yang selesai pengawasan bertambah 14 orang,” tuturnya.

Idris juga menyampaikan mengenai sebaran kasus positif berdasarkan kelurahan. Dari data tercatat sudah sebanyak 15 kelurahan yang sudah tidak memiliki kasus positif.

“Ke-15 kelurahan tersebut adalah Kelurahan Bojongsari Baru, Leuwinanggung, Bojongsari Lama, Duren Mekar, Harjamukti, Kedaung, Cilodong, Beji Timur, Tapos, Jatimulya, Grogol, Cisalak, Pangkalanjati, Curug Cimanggis, Cisalak Pasar,” jelasnya.

Meskipun sudah tidak ada kasus positif, pihaknya meminta kepada seluruh elemen untuk tidak lengah, karena perkembangan kasus terjadi secara fluktuatif, sehingga perlu terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Bagi kelurahan-kelurahan yang masih ada kasus positif, kami meminta terus menjalankan program-program pencegahan dan penanganan secara lebih intensif lagi,” pungkasnya.

(eru)