Amerika Bakal Kirim Banyak Pasukan Dekat Indonesia, Tapi Bukan Latihan

Tentara Amerika (Foto: Istimewa)
Tentara Amerika (Foto: Istimewa)

DepokToday- Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat bakal mengirimkan banyak pasukan ke negara tetangga yang berada di sebelah selatan Indonesia, yakni Australia. Rencananya pengerahan pasukan akan dilakukan secara bergilir.

Dilansird dari Hops.id jaringan DepokToday.com, kedua negara akan bekerja sama dalam pengembangan rudal, sebuah langkah terbaru di tengah kalang kabutnya mereka atas kebangkitan China.

Data yang dihimpun menyebut, Australia mengumumkan aliansi tiga arah dengan Amerika Serikat dan Inggris (AUKUS), di mana Australia akan mendapat kapal selam bertenaga nuklir.

Kesepakatan itu lantas membuat negara barat lainnya, yakni Prancis marah besar karena kontrak utama mereka untuk kapal selam dengan Australia jadi dibatalkan.

Menteri Pertahanan Australia, Peter Dutton mengatakan Australia akan secara signifikan meningkatkan kerja sama dengan Amerika Serikat, termasuk dalam pengembangan rudal dan persenjataan peledak.

Baca Juga: Kasus Korupsi Damkar Depok Naik Level, Kejari Bakal Ungkap Dalangnya

Melansir AFP, Dutton mengatakan, Australia bersedia didatangi oleh lebih banyak Marinir AS dalam satu dekade rotasi, melalui Kota Darwin, sebuah kota di utara Australia yang persis berseberangan dengan Laut Timor.

“Saya memiliki aspirasi untuk memastikan bahwa kami dapat meningkatkan jumlah pasukan melalui rotasi. Kemampuan udara akan ditingkatkan, kemampuan maritim kami ditingkatkan dan tentu saja postur kekuatan juga ditingkatkan,” katanya dikutip pada Jumat 17 September 2021.

Sementara itu, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan, bahwa Australia akan memperoleh rudal jelajah jarak jauh Tomahawk.

Sementara itu Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan akses dan kehadiran Amerika Serikat di Australia.

Amerika Bersitegang dengan China

Austin juga menyebut kedua negara membahas kekhawatiran mereka tentang China dalam sebuah diskusi yang melibatkan Menlu AS, Anthony Blinken dan Menlu Australia Marise Payne.

“Sementara kami mencari hubungan yang konstruktif dan berorientasi pada hasil dengan RRC, kami akan tetap memandang dengan jelas dalam pandangan kami tentang upaya Beijing untuk merusak tatanan internasional yang mapan,” ujar Austin.

Baca Juga: Pakar Hukum Pidana Sebut Pendiri Pasar Muamalah Depok Harusnya Bebas

Menhan Australia, Peter Dutton juga menunjuk Indonesia, Vietnam, dan Korea Selatan sebagai mitra Australia di kawasan.

“Mereka memahami nilai-nilai yang kami anut dan bahwa kami telah secara konsisten dipatuhi untuk jangka waktu yang lama,” katanya.

Sekitar 2.200 Marinir AS dijadwalkan datang melalui Darwin pada rotasi 2021. Untuk semakin membuat China ketar-ketir, PM Australia Scott Morrison akan menuju ke Washington minggu depan untuk pertemuan puncak empat arah pertama dengan Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga. (rul/*)