Aliran Dana Hibah KONI Depok Dipertanyakan, Nilainya Rp 1 M

Ketua KONI Depok Amri Yusra (kiri). (Foto By: Siaran Depok)

MARGONDA- Komite Olahraga Nasional (KONI) Kota Depok menjadi sorotan, karena dianggap tidak transparan dalam mempertanggungjawabkan dana hibah yang besarannya mencapai Rp 1 miliar.

Hal itu mencuat setelah Forum Mahasiswa Tanah Air (Format) mempertanyakan dana hibah induk olahraga yang dipimpin Amri Yusra tersebut. Menurut Ketua Presidium Format Kota Depok, Lathif Fardiansyah, ada temuan mencurigakan dalam laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun 2019 terkait dana hibah untuk KONI Depok.

“Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa ada Rp 1 miliar lebih dana hibah KONI yang belum dipertanggungjawabkan,” katanya dikutip pada Kamis 12 November 2020

Menarik Lainnya : Kritik Keras Eks Atlit Bola Nasional untuk Idris

Kecurigaan itu didasari adanya kekurangan bukti pertanggungjawaban pada hasil pemeriksaan tersebut.

“Hal itu tidak sesuai dengan peraturan Walikota Depok nomor 66 tahun 2018 tentang tata cara pemberian dan pertanggungjawaban hibah dan bantuan sosial,” jelasnya

Atas dasar itu, ia pun meminta publik dan aparat penegak hukum untuk sama-sama mengawasi permasalahan tersebut.

Sementara itu, Ketua KONI Depok Amri Yusra mengatakan tidak tahu menahu soal tuntutan Format. Ia mengklaim setiap tahun selalu memberikan laporan kepada BPK Kota Depok.

Lebih lanjut kader dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, kewajiban dana hibah dipegang Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Itu mengacu pada peraturan wali kota yang setiap akhir tahun anggaran harus membuat laporan kepada pemerintah daerah.

“Tahun ini kami akan melaporkan penggunaan pada bulan Desember. Nilainya sebesar Rp 9 miliar dan baru dipakai Rp 7 miliar,” katanya

Dana tersebut menurut Amri digunakan untuk kebutuhan 45 cabang olahraga dan Pengcab. Sisanya, Rp 2 miliar dikatakan akan dibelikan payung parasut dan kebutuhan cabang olahraga lainnya.

Amri menegaskan, dia mengaku tidak tahu apa yang dipersoalkan Format dan tidak ingin merespon karena menurutnya tidak jelas dana hibah tahun berapa yang dipersoalkan.

“Kalau dianggap ada sesuatu yang kurang, silakan tanya pada pihak yang menerima pertanggung jawaban.”

Untuk diketahui, penyalahgunaan dana hibah sebelumnya pernah terjadi di kubu KONI Pusat. Kasus itu akhirnya menyeret mantan Mantan Menpora, Imam Nahrawi ke jeruji besi. (rul/*)