Alhamdulillah, Minggu Ini Depok Sudah Zona Oranye COVID-19

Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana (Istimewa)

DepokToday – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, mulai minggu ini Depok sudah masuk dalam zona oranye atau risiko sedang penyebaran virus.

“Alhamdulillah zona risiko daerah mengalami perbaikan dan minggu ini oranye,” kata Dadang kepada wartawan, Rabu 11 Agustus 2021.

Dadang mengatakan kembalinya Kota Depok ke zona oranye merupakan hasil kerja keras tim setelah berjibaku selama 6 minggu berada di zona merah atau risiko tinggi penyebaran COVID-19.

“Melalui strategi 3T di hilir dan di hulu melalui KTSJ (Kampung Tangguh Siaga Jaya) dan penerapan protokol kesehatan,” kata Dadang.

Sebagai informasi, penilaian zona risiko daerah dinilai melalui 14 indikator mulai dari indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarkat dan pelayanan kesehatan.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menunjukkan Kota Depok telah berada di zona oranye atau risiko sedang penyebaran COVID-19. Foto: Dok. Satgas COVID-19 Kota Depok
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menunjukkan Kota Depok telah berada di zona oranye atau risiko sedang penyebaran COVID-19. Foto: Dok. Satgas COVID-19 Kota Depok

Diantara indikator tersebut juga termasuk jumlah kasus positif, kasus aktif, meninggal, kesembuhan, pemeriksaan sampel, positivity rate hingga Bed Occupancy Rate atau BOR pada rumah sakit dan tempat isolasi terpusat.

Sementara diketahui, saat ini positivity rate di Kota Depok telah berada di angka 25,12 persen, kasus aktif sebanyak 7.403 dan BOR diangka 46,04 persen.

Baca Juga: BOR Rumah Sakit Dibawah 50 Persen, COVID-19 Depok Mulai Membaik

“Untuk BOR ICU 77,54 persen sementara BOR Isolasi 42,04 persen,” kata Dadang.

Dadang menyebut diantara upaya yang dilakukan yakni dengan peningkatan kapasitas testing dan gulirkan vaksin keliling, meningatkan tenaga tracer hingga ke tingkat RW dan dengan mengendalikan BOR RS dan penambahan bed,

“Sehingga BOR memenuhi standar WHO dibwah 60%, serta penambahan bed di tempat karantina di Makara UI,” kata Dadang. (ade/*)