Alasan PTM Terbatas Dihentikan, Satgas COVID-19: Terjadi Peningkatan Tertinggi

Simulasi PTMT di SDN 06 Beji (Foto: DepokToday)
Simulasi PTMT di SDN 06 Beji (Foto: DepokToday)

DepokToday – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, beberapa hari kemarin terjadi peningkatan kasus sangat signifikan yang ditengarai dari klaster PTM Terbatas.

Seperti yang terjadi pada tanggal 17 November 2021, kata Dadang, terjadi penambahan kasus COVID-19 mencapai 105 kasus.

“Penambahan ini merupakan yang tertinggi, biasanya dibawah 20, dibawah 10,” kata Dadang, Jumat 19 November 2021.

Atas dasar itulah, Dadang menyebut, Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok memutuskan untuk menghentikan sementara pelaksananan PTM Terbatas atau PTMT.

“Setelah ditelusuri, kami lakukan cek data, bahwa jumlah ini mayoritas berasal dari PTM Terbatas. Ini kami sebut sebagai klaster PTM, karena banyak penularan antar siswa di sekolah,” kata Dadang.

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Depok mengambil keputusan menghentikan sementara pelaksanaan PTMT di sekolah mulai hari ini tanggal 19 hingga 29 November 2021.

Kebijakan itu sesuai dengan SE Wali Kota Depok nomor 8.02/648/SATGAS/2021 tentang Penghentian Sementara Secara Terbatas Pada Penyelenggaraan PTMT.

Dadang menyebut, penghentian PTMT tersebut memiliki pengecualian yakni hanya Kecamatan Pancoran Mas yang ditutup seluruhnya sementara kecamatan lain hanya sampai tingkat dasar.

“(diluar Kecamatan Pancoran Mas) PAUD, TK, SD, RA serta (siswa) SMP dan SMA yang belum vaksin daring (online),” kata Dadang.

Dadang mengatakan, pengecualian itu dilakukan karena berdasarkan hasil evaluasi Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok, temuan kasus dari PTMT terbanyak ada di Kecamatan Pancoran Mas. (ade/*)