Aksi Pimpinan Ar Rahmah Ini Bikin Haru Pengemudi Ojol

Pendiri Yayasan Ar Rahmah, Haji Sutomo membagikan santunan pada sejumlah pengemudi ojol. (DepokToday.com)
Pendiri Yayasan Ar Rahmah, Haji Sutomo membagikan santunan pada sejumlah pengemudi ojol. (DepokToday.com)

JAKARTA- Aksi peduli dan saling berbagi bantuan dikala pandemi COVID-19 kembali ditunjukan masyarakat Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah pengurus Yayasan Ar Rahmah, Ciracas, Jakarta Timur.

Ya, kondisi yang sulit saat ini nyatanya tak menjadi halangan bagi Ajun Komisaris Besar (purn) Sutomo, pendiri yayasan tersebut untuk terus melakukan kebaikan, terlebih bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan.

Berbekal uang tabungan yang dimiliki, pria yang akrab disapa Haji Tomo itu pun menyisihkannya pada sejumlah pengemudi ojek online. Ia sadar betul, banyak yang terdampak akibat pandemi ini.

“Alhamdullilah di Minggu berkah ini, yayasan memberikan bantuan tali asih berupa santunan dan masker kepada 200 pengendara ojek online secara bertahap sesuai protokol kesehatan,” katanya, Minggu 11 Juli 2021.

Sutomo mengaku, ia dan keluarga bersama pihak Yayasan Ar Rahmah sangat prihatin dengan kondisi saat ini, dimana banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan akibat ekonomi yang kembali goyang karena COVID.

“Selama pandemi ekonomi masyarakat bawah mulai kesulitan. Ditambah dengan ada penerapan PPKM Darurat, seperi para ojek online ini. Banyak yang mengaku pendapatannya turun drastis sehingga butuh bantuan dari para tangan-tangan dermawan,” tuturnya.

Baca Juga: Berita Terpopuler DepokToday, 11 Juli 2021: Pencarian Pemuda Depok, Aturan Baru PPKM Darurat

Apa yang dilakukan Sutomo dan pihak Yayasan Ar Rahmah tersebut disambut haru oleh para penerima bantuan.

“Alhamdulillah, berkat adanya bantaun dar Pak Haji Tomo kami bisa terbantu. Kami berdoa agara lebih banyak lagi sosok seperti Pak Haji Tomo, yang ikhlas berbuat dalam bentuk nyata,” kata Satiri, salah satu pengemudi ojek online.

Satiri dan sejumlah rekannya mengaku, kebijakan PPKM Darurat telah membuatnya sulit untuk mencari nafkah.

“Kami hanya bisa berdoa semoga pandemi segera berlalu, sehingga ekonomi kembali bangkit lagi seperti sediakala,” katanya. (rul/*)