Akal Bulus Adam Ibrahim, Ingin Terkenal, Beli Babi Hutan COD di Daerah Puncak

Jaksa Alfa Dera menjalani sidang Babi Ngepet di PN Depok. (Foto: DepokToday)
Jaksa Alfa Dera menjalani sidang Babi Ngepet di PN Depok. (Foto: DepokToday)

DepokToday – Sidang perdana kasus hoaks babi ngepet dengan terdakwa Adam Ibrahim  berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, pada Selasa 14 September 2021. Jaksa Penutut Umum atau JPU, Alfa Dera dan Putri Dwi Astrini membacakan dakwaan mereka.

Isi dakwaan setebal tujuh halaman itu dibacakan keduanya secara bergantian. Dalam dakwaan itu, Jaksa kembali menceritakan bagaimana munculnya niatan terdakwa mengarang berita tentang babi ngepet.

“Terdakwa sedang berada di rumah kontrakannya di Jalan Masjid Syamsul Iman RT2/RW4 Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan Kota Depok, kemudian datang warga yaitu saksi Adi Firmanto dan Saksi  Hamdani yang menceritakan tentang adanya warga RT2/RW4 Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan Kota Depok yang telah kehilangan uang tunai di dalam rumah,” sebut Jaksa Putri Dwi Astrini

Selanjutnya kata Putri dalam dakwaannya, pada awal April 2021 ketika terdakwa sedang berbicara dengan salah satu warga di samping rumah kontrakannya untuk meminta solusi bagaimana peristiwa hilangnya uang warga dari dalam rumah ini bisa diatasi.

“Sejak saat itulah timbul pemikiran terdakwa untuk merekayasa dan menyampaikan bahwa sering terjadi hilangnya uang warga dari dalam rumah tersebut adalah ulah dari babi jadi jadian,” terang dia.

Mendengar keluh kesah tersebut, kemudian terdakwa menyampaikan kepada saksi Adi Firmanto bahwa babi jadi jadian atau babi ngepet tersebut nantinya dapat ditangkap dengan cara melakukan ritual atau syarat-syarat sesuai dengan arahan dan petunjuk dari terdakwa.

Baca Juga: Cabul, Oknum Dokter Onani dan Campur Sperma ke Makanan Istri Teman

“Diantaranya dengan membeli minyak misyik dan kayu gaharu dengan sejumlah uang. Selanjutnya terdakwa mengajak saksi patungan untuk membeli minyak misyik dan kayu gaharu serta alat – alat lainnya untuk menangkap babi ngepet tersebut, kemudian saksi Adi Firmanto memberikan uang kepada Terdakwa sebesar Rp 900 ribu,” papar dia.

Pesan Babi Hutan Secara Online Karang Cerita Mistis

Kemudian terdakwa mencari seekor babi hidup berwarna hitam dengan cara memesan secara online melalui media sosial facebook.

“Setelah terdakwa diperlihatkan foto seekor babi hutan warna hitam tersebut serta berkomunikasi melalui whatsapp dengan penjual babi tersebut kemudian terjadi tawar menawar sehingga akhirnya terdakwa sepakat untuk melakukan transaksi satu ekor babi hidup warna hitam secara COD-an dengan harga Rp500 ribu,” ungkap dia.

Selanjutnya terdakwa menyuruh saksi Eka Rizky dan saksi Didi Candra Sugiarto dan memberikan sejumlah uang sebesar Rp500 ribu serta uang sebagai ongkos jalan masing- masing sebesar Rp200 ribu yang diberikan kepada kedua saksi untuk bertransaksi secara COD yang diakui dibeli secara online di daerah puncak Cianjur tersebut.

Dari sana, kedua saksi menerima barang COD-an tersebut, Keduanya kemudian kaget ketika mengetahui jika yang dibeli merupakan seekor babi. “Saksi Eka Rizky menguhubungi terdakwa melalui chatingan WhatsApp dan bertanya kepada Terdakwa,” sebut dia. Namun, parahnya, dari semua yang dia lakukan itu, niatan Adam hanya ingin menjadi terkenal.(lala/*)