Ajudan Jokowi, Kombes Adi Vivid Ungkap Kinerja Pemerintah Hadapi COVID

Ajudan Presiden RI, Kombes Adi Vivid Agustiadi Bachtiar (kiri) bersama Kapolres Jaksel, Kombes Aziz Andriansyah (kanan). (DepokToday.com)
Ajudan Presiden RI, Kombes Adi Vivid Agustiadi Bachtiar (kiri) bersama Kapolres Jaksel, Kombes Aziz Andriansyah (kanan). (DepokToday.com)

DepokToday- Ajudan Presiden RI, Kombes Adi Vivid Agustiadi Bachtiar memastikan, pemerintah telah melakukan upaya maksimal untuk menanggulangi pandemi COVID-19. Maka dari itu, semua pihak pun diminta untuk tetap bersatu dan berfikir positif dalam menghadapi persoalan ini.

Terkait hal itu, ia bersama sejumlah keluarga besar alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1998, Batalyon Parama Satwika beserta Bhayangkari di seluruh Indonesia dan perwakilan dari Belanda menggelar kegiatan refleksi kebangsaan dan doa bersama secara virtual.

Hal ini merupakan salah satu bagian dari wujud ikhtiar Polri dalam menghadapai persoalan yang sekarang ini sedang melanda dunia.

Baca Juga: [Update] BOR Rumah Sakit di Kota Depok, Rabu 18 Agustus 2021, Tersedia 823 Bed

Menurut Ketua Alumni Akpol 1998 itu, refleksi kebangsaan merupakan salah satu wujud rasa nasionalisme kepada bangsa dan negara.

“Kita selaku abdi negara wajib menumbuhkan kecintaan kita yang harus kita wujudkan dalam melaksanakan tugas kita sehari-hari,” katanya dikutip pada Kamis 19 Agustus 2021.

Adi Vivid mengatakan, di dalam ajaran semua agama, rasa cinta tanah air telah diajarkan dalam tuntunan agama. Sehingga sudah seharusnya sebagai insan beragama merefleksikan diri untuk selalu menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air.

Kombes Adi Vivid Ajak Doa untuk Negeri

Ajudan Presiden Jokowi itu menegaskan, Pemerintah Indonesia telah berupaya maksimal untuk menekan penyebaran COVID-19, seperti melakukan testing, tracing dan treatment.

“Dan juga meningkatkan jumlah vaksinasi sebagai upaya herd immunity  bagi seluruh masyarakat sehingga bangsa Indonesia terbebas dari pandemi COVID-19.”

Perwakilan keluarga besar alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1998, Batalyon Parama Satwika beserta Bhayangkari. (DepokToday.com)
Perwakilan keluarga besar alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1998, Batalyon Parama Satwika beserta Bhayangkari. (DepokToday.com)

Perjuangan untuk mengahadapi wabah ini, kata Adi Vivid, tentu tidaklah mudah. Sudah banyak pejuang kesehatan yang gugur, baik itu tenaga medis atau tenaga kesehatan, kemudian TNI, maupun Polri.

“Marilah kita mendoakan kepada para pahlawan kesehatan yang telah gugur tersebut kita doakan semoga diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan.” ucapnya.

Baca Juga: Penampakan Ikan Baung, ‘Monster’ Ciliwung yang Muncul Malam Hari

Dalam refleksi kebangsaan secara virtual itu, turut dihadiri ustad Das’ad Latif. Ia menekankan betapa pentingnya rasa syukur kepada Tuhan atas segala apa yang diperoleh selama ini.

“Bapak-bapak semua sebagai seorang polisi harus selalu bersyukur karena bapak sudah memiliki kewenangan dalam menjalankan tugas, kewenangan tersebut tidak dimiliki oleh orang lain termasuk saya sebagai ustad. Bapak bisa pakai baju ustad, tapi ustad das’ad tidak bisa pakai baju polisi karena pasti saya bisa disebut polisi gadungan,” tuturnya disambut gelak tawa penonton.

“Kita terima saat ini itulah yang terbaik, jangan pernah sangka buruk sudah bekerja dengan baik, mengikuti tupoksi dengan baik, apa yang kita minta ternyata tidak kita dapatkan maka mari bersangka baik memang inilah yang terbaik dari Allah SWT,” timpalnya lagi.

Banyak Alumni Akpol 98 yang Gugur

Usai mendengar tausiah ustad Das’ad latif, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang disampaikan secara Islam oleh ustad Das’ad Latif, dan doa secara Nasrani disampaikan oleh Pendeta Gilbert Lumoindong serta doa secara hindu disampaikan oleh Penandhita Iptu I Wayan Pantun.

Dalam kesempatan tersebut, Akpol 1998 juga turut memberikan tali asih kepada keluarga besar Batalyon Parama Satwika yang telah meninggal dunia yaitu sebanyak 16 orang yang ada di seluruh Indonesia.

Turut hadir Ibu Hj. Suparti selaku ibu kandung dari almarhum Sertar Joko Suprapto yang gugur saat masih menjadi Taruna Akpol pada tahun 1996. (rul/*)