Aglaonema, Primadona yang Kini Jadi Incaran Pencinta Tanaman Hias  

TINJAU : Tiga Pilar Kelurahan Curug bersama LPM Kelurahan Curug dan panitia penyelenggara meninjau kontes Aglaonema di Jalan Raya Curug, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Minggu (23/8). (Istimewa)

DEPOK – Sejumlah masyarakat dimanjakan dengan berbagai macam tanaman hias pada kontes Aglaonema, di Jalan Raya Curug, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Depok pada Minggu 23 Agustus 2020.

Kegiatan ini digelar sekaligus dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia. Terkait hal itu, Komunitas Tanaman Hias Sawangan-Bojongsari juga mengadakan kontes Aglaonema yang di ikuti oleh ratusan pecinta tanaman Aglaonema se-Jabodetabek.

Panitia Penyelenggara Kontes Aglaonema, Andi mengaku pihaknya mengadakan kontes tanaman hias Aglaonema ini untuk pertama kalinya. Pada kontes tersebut, para peserta diwajibkan menerapkan protokol kesehatan, guna mencegah penyebaran COVID-19 di Kota Depok.

“Di kontes ini kami menerapkan protokol kesehatan baik kepada peserta maupun disekitar areal kontes,” katanya

Andi menjelaskan, sekitar 100 peserta dari wilayah Jabodetabek mengikuti kontes Aglaonema dan mengikuti persyaratan yang telah di tentukan panitia penyelenggara.

Tanaman Aglaonema yang diikuti mulai dari kelas menengah kebawah hingga atas, yakni jenis Aglaonema Red Sumatera, Lotus, Bidadari, Moonlight, Legacy, Adelia, Claudia, Widuri, Cinta, Tiara, Red Ruby, dan sejumlah jenis lainnya.

Selain itu, lanjut Andi, terdapat dua kategori yang diperlombakan, yakni kelompok rumput dan tunggal. Untuk penilaian, pihaknya menggunakan juri dari luar atau tidak independen.

Hal itu sebagai transparansi penilaian sehingga nilai yang diberikan murni keputusan juri. Tidak hanya itu, juri pada kontes Aglaonema telah profesional dan kerap menjadi juri kontes Aglaonema tingkat nasional.

Andi menuturkan, tanaman hias yang di nilai tim juri akan dilihat dari sisi kesehatan tanaman, daun, warna pada daun, karakter tanamanan, hingga bagian akar.

Apabila semakin bagus dan sesuai kriteria penilaian tim juri, dapat dipastikan tanaman tersebut berpeluang menjadi juara pada kontes. Bahkan, pemilik tanaman maupub panitia penyelenggara yang mengikuti kontes tidak berada di bagian dalam penilaian dan dapat melihat dari luar area penilaian.

Hal itu guna memberikan keleluasaan kepada tim juri melakukan penilaian dan intervensi dari panitia penyelenggaran.

“Kami secara profesional menurunkan juri pada kontes ini, dapat di lihat sudah ada 92 jenis tanaman aglaonema yang mengikuti kontes yang kami selenggarakan,” terang Andi.

Andi menuturkan, kontes tanaman Aglaonema dapat menjadi media silaturahmi antara pecinta tanaman hias dan saling berbagi ilmu, terkait tanaman hias khususnya tanaman Aglaonema.

Selain itu, kontes tersebut dapat menjadi peluang untuk berwirausaha bagi pecinta tanaman hias, serta menggeliatkan kembali dunia tanaman hias di wilayah Kota Depok, khususnya di Kecamatan Sawangan dan Bojongsari.

Sementara itu, Lurah Curug, Juanda mengapresiasi kontes tanaman Aglonema yang diselenggarakan Komunitas Tanaman Hias Sawangan-Bojongsari. Terlebih,  kontes tersebut tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Kontes Aglaonema dapat menjadi daya tarik masyarakat untuk menanaman tanaman, tanaman hias maupun tanaman produktif di lingkungan tempat tinggal masyarakat, sebagai langkah gerakan penghijauan.

TINJAU : Tiga Pilar Kelurahan Curug bersama LPM Kelurahan Curug dan panitia penyelenggara meninjau kontes Aglaonema di Jalan Raya Curug, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Minggu (23/8). (Istimewa)

Tidak hanya itu, lanjut Juanda, keberadaan tanaman hias dapat menjadi magnet bahwa wilayah Bojongsari menjadi sentra tanaman hias di Kota Depok. Dengan begitu, masyarakat dari wilayah lain baik di Kota Depok maupun luar Kota Depok, dapat mencari tanaman di wilayah Kecamatan Bojongsari.

Dampaknya, petani tanaman hias dapat menjadikan peluang ekonomi dengan berwirausaha tanaman hias.

“Kecamatan Bojongsari atau Kota Depok akan dikenal dengan sentra tanaman hias sehingga dapat menjadi peluang usaha kebangkitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19,” tutup Juanda.

Aglaonema, sri rezeki, atau chinese evergreen merupakan tanaman hias populer dari suku talas-talasan atau Araceae. Genus Aglaonema memiliki sekitar 30 spesies.

Habitat asli tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembaban tinggi.Tanaman ini memiliki akar serabut serta batang yang tidak berkambium (Berkayu).Daun Menyirip serta memiliki pembuluh pengangkut berupa xilem dan floem yang tersusun secara acak.

Kini berbagai macam Aglaonema hibrida telah dikembangkan dengan penampilan tanaman yang sangat menarik dengan bermacam-macam warna, bentuk, dan ukuran daun sehingga jauh berbeda dari spesies alami.(rul/*)