Advokat Publik Gugat Raffi Ahmad ke Pengadilan Negeri Depok

Raffi Ahmad saat menghadiri pesta (Istimewa)

JAKARTA- Artis yang juga dikenal sebagai presenter, Raffi Ahmad, terancam bakal berurusan dengan hukum akibat aksinya yang menghadiri pesta dan berfoto tanpa masker.

Sebagai informasi, Raffi mendapatkan kesempatan spesial untuk mengikuti vaksinasi perdana COVID-19 mewakili milenial dan influencer pada Rabu, 13 Januari 2021 lalu. Suami dari Nagita Slavina itu divaksin dihari yang sama dengan Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Ia dipilih pemerintah lantaran diharapkan menjadi figur yang dapat dicontoh oleh masyarakat dalam mengikuti vaksinasi maupun dalam menerapkan protokol kesehatan.

Namun sayangnya, setelah beberapa jam setelah vaksinasi, Raffi terdokumentasi sedang menghadiri sebuah pesta tanpa menggunakan masker dan tanpa menjaga jarak di kerumunan.

Baca Juga: Gerebek Lokasi Penyanderaan, Tim Jaguar Malah Temukan Ini

Atas perbuatan tersebut, Advokat Publik David Tobing mengajukan gugatan terhadap Raffi Ahmad pada Pengadilan Negeri (PN) Depok dengan nomor registrasi online PN DPK-012021GV1, melalui kuasa hukumnya Richan Simanjuntak SH dan Winner Pasaribu SH.

David mengatakan, gugatan itu sesuai kapasitasnya sebagai seorang advokat yang wajib menegakkan hukum dan sebagai warga negara yang peduli akan penanggulangan COVID-19 dan mendukung program vaksinasi yang dilakukan Pemerintah

“Sangat disayangkan seorang tokoh publik dan influencer terkemuka yang sudah diberi kepercayaan oleh negara tapi tidak menghargainya, tidak memberi contoh yang baik untuk masyarakat yang melihat gerak-geriknya,” kata dia dalam keterangan tertulisnya pada Jumat 15 Januari 2021

Terlebih, gubernur sudah memberlakukan pengetatan  protokol kesehatan sejak 11 Januari kemarin sampai dengan 25 Januari nanti. Menurut David, apa yang Raffi lakukan dapat berdampak signifikan.

“Karena dia punya banyak pengikut, punya banyak fans, nanti dianggap habis vaksin boleh bebas tanpa protokol seenaknya. Seharusnya tindakan Raffi memberikan dampak positif bukan negatif seperti ini,” tuturnya

Gugatan yang dikenakan kepada Raffi adalah gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH), akibat dianggap melanggar aturan terkait protokol kesehatan seperti Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang penanggulangan COVID-19.

Kemudian Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2020 tentang penanggulangan COVID-19, dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan.

Selain melanggar aturan, David juga menganggap tindakan Raffi sudah melanggar norma kepatutan dan prinsip kehati-hatian yang membuktikan bahwa Raffi tidak melaksanakan kewajiban hukumnya sebagai tokoh publik dan influencer untuk mensosialisasilan program vaksinasi dan protokol kesehatan.

Di sisi lain David Tobing yang juga adalah Ketua Komunitas Konsumen Indonesia meminta pemerintah untuk lebih selektif dalam memilih influencer dan memberikan pengarahan serta tugas-tugas yang jelas kepada pihak pihak yang ditunjuk untuk mensosialisasikan program vaksinasi dan protokol kesehatan.

“Untuk saat ini sebenarnya Raffi bisa mengundurkan diri sebagai influencer program vaksinasi atau Pemerintah memberhentikannya,” kata David. (rul/*)