Aduh, Penyaluran BST Buat Kerumunan Viral Lagi, Padahal Katanya Langsung ke Rumah Penerima

Tangkapan gambar penyaluran BST di Cimanggis (DepokToday)
Tangkapan gambar penyaluran BST di Cimanggis (DepokToday)

DepokToday – Setelah pemotongan uang Bantuan Sosial Tunai (BST) dari ketua lingkungan di Kelurahan Beji yang berujung masalah, kini, giliran penyaluran BST di kawasan Cimanggis kembali viral.
Video pembagian BST di RW1 Kelurahan Tugu yang viral itu tersebar di Media Sosial dan dianggap mengundang kerumuman.

Dalam video tersebut, BST dibagikan pada malam hari di salah satu lapangan. Terlihat sekira ratusan orang mengantri untuk mengambil uang bantuan dari pemerintah itu.

Dalam keterangan video yang juga dibagikan akun Instagram depok24jam, kegiatan dilakukan di RT7/1 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. “Warga di RT7/1 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis antusias mengantri untuk mendapatkan bansos,” tulis pengunggah. Video tersebut sudah dilihat 39 ribu warganet

Penyaluran BST di Cimanggis itu tentunya tidak sesuai dengan prosedur yang seharusnya. Sebab, pada pembagian kali ini, pemerintah telah menunjuk PT Pos mengantarkan secara langsung bantuan ke rumah warga penerima manfaat.

Hal ini juga sudah ditegaskan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Depok Usman Haliyana. Menurut dia. Pembagian BST melalui PT Pos. “Mekanismenya harusnya diantar ke rumah KPM (keluarga penerima manfaat),”ucap dia, dilansir Sabtu 31 Juli 2021.

Pada kejadian sebelumnya di Kelurahan Beji hingga menyebabkan adanya pemotongan, pembagian juga dilakukan pada satu titik.

Klaim Penyaluran BST dari Kantor Pos

Kepala Kantor Pos Depok Cecep Priadi Usman sebelumnya memastikan, petugasnya yang menyalurkan dana melakukannya sesuai aturan.

Baca Juga: Penyaluran BST Bermasalah Diduga Salah dari Kantor Pos, Kadinsos: Harusnya dari Rumah ke Rumah

“Tidak ada (penyaluran lansung ke pengurus lingkungan). Tadi disampaikan bahwa selama PPKM darurat, BST dibayarkan langsung door to door oleh petugas kami kantor pos. Adapun ada berita itu di luar ranah kantor pos ya pak. Kita nggak tahu sama sekali kasus itu,” beber dia.

Dirinya pun mengaku sudah melakukan kordinasi dengan petugasnya di lapangan.Hasilnya menurut dia, semua dilakukan sesuai dengan mekanisme yang ada.

Cecep menjelaskan, mekanisme pemberian bansos melalui Kantor Pos Depok ini dilakukan dengan alur yang ketat. Sebelum diberikan kepada penerima bansor, petugasnya melakukan kroscek melalui kartu identitas.

“Pada saat kita datang ke rumah, kita cocokin dulu tuh, mana surat panggilannya. Mana KTP, mana kartu keluarganya, begitu cocok kan KPM tanda tangan sebagai tanda terima sah dia meneirma 600 ribu. Itu ijab kabulnya begitu,” jelas dia. (lala/*)