Adu Nyali, Jenderal Militer China Tantang Amerika Duel di Langit

Ilustrasi pesawat tempur China siap ladeni Amerika di langit (Foto: Istimewa)
Ilustrasi pesawat tempur China siap ladeni Amerika di langit (Foto: Istimewa)

DepokToday- Petinggi militer China melontarkan tantangan yang cukup menohok untuk Amerika Serikat dengan mengundangnya bertemu di langit. Pernyataan itu adalah jawaban negeri tirai bambu tersebut sebagai balasan atas gaya provokasi Amerika.

Adalah Wakil Komandan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China, Wang Wei yang menantang militer Amerika.

Wang menegaskan, hal itu merupakan tanggapan yang nyata terhadap janji Sekretaris Angkatan Udara AS, Frank Kendall bulan lalu untuk mengembangkan senjata yang ‘menakut-nakuti China.’

Baca Juga: Geger, Dua Wanita Adu Ilmu Silat Jalan Enam, Jurus Mematikan dari Depok

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, Wang mengungkapkan, bahwa China saat ini menjadi semakin agresif di kawasan Indo-Pasifik, dengan meluncurkan senjata menakutkan milik mereka sendiri.

“Saya hanya bisa mengatakan, kalau mereka tidak takut, ayo kita bertemu di langit,” kata Wang dalam Airshow yang diadakan pekan ini di Zhuhai, mengutip Washington Examiner, Kamis 30 September 2021.

Baca Juga: Bentuk Tim Khusus, PKS Dukung Kadernya Berpoligami, Ini Syaratnya

Ia juga mengatakan, bahwa Amerika Serikat harus takut dengan kekuatan militer China yang semakin besar. Selain membanggakan kekuatan udara China, Wang juga bangga dengan Angkatan Laut China yang juga terus meningkat kekuatannya.

“Angkatan Laut China mampu dan percaya diri untuk memastikan keamanan nasional dan mempertahankan integritas, serta memberikan kontribusi bagi perdamaian dunia,” ujarnya.

Apa yang dianggap China sebagai pertahanan integritas teritorial merupakan ancaman besar bagi keamanan pasukan AS dan sekutu Indo-Pasifik, terutama Taiwan. Beijing menganggap Taiwan sebagai wilayahnya yang tak terpisahkan.

Ketegangan China dan Amerika

Sementara itu, Amerika Serikat dan sekutunya melihatnya sebagai mata rantai strategis dalam rantai demokrasi yang membatasi kemampuan China untuk mengancam tetangganya.

“Saya sudah terobsesi, jika Anda mau, dengan China untuk waktu yang cukup lama sekarang dan modernisasi militernya, apa artinya itu bagi AS dan untuk keamanan. Mereka bergerak lebih cepat dari yang saya perkirakan. Jadi, kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Kendall bulan lalu kepada Defense News.

Baca Juga: Terpopuler DepokToday, 30 September 2021: Bikin Tikus Rumah Kapok, Paras Cantik Pacar Pangeran Brunei

AS dan sekutunya belakangan telah meningkatkan pengerahan pasukan angkatan laut mereka di kawasan Indo-Pasifik. Selain itu, kesepakatan AUKUS untuk menyediakan teknologi kapal selam nuklir AS dan Inggris ke Australia, serta mencakup rencana untuk memperluas kehadiran militer AS di Australia, juga telah diresmikan.

Hal ini dilakukan guna mengimbangi China yang kian menunjukkan dominasinya di kawasan Indo-Pasifik. (rul/*)