Ada Sembilan Titik Penyekatan di Kota Depok, Dimana Saja?

Kabagops Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Ojo Ruslani ditemui saat meninjau sembilan titik penyekatan di Kota Depok, Senin 5 Juli 2021. (DepokToday.com)
Kabagops Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Ojo Ruslani ditemui saat meninjau sembilan titik penyekatan di Kota Depok, Senin 5 Juli 2021. (DepokToday.com)

DEPOK – Kepala Bagian Operasional atau Kabag Ops Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Ojo Ruslani menyebut, ada sembilan titik penyekatan yang dilakukan aparat selama pemberlakuan PPKM Darurat.

Kesembilan titik itu dibagi menjadi dua yakni penyekatan dalam kota dan penyekatan luar kota atau pada perbatasan Kota Depok dengan wilayah kota dan kabupaten lain.

“Jumlah penyekatan ada sembilan titik. Enam titik di dalam kota, tiga titik luar (perbatasan),” kata Ruslani, Senin 5 Juli 2021.

Ruslani menjelasnkan, untuk didalam kota penyekatan terfokus di jalan Margonda Raya, diantaranya depan gerbang Grand Depok City, pertigaan Dewi Sartika, Tugu Siliwangi, dan tiga titik di Akses UI.

“Untuk yang diluar, itu ada dua di Jalan Raya Bogor yakni di depan SPBU Cilangkap dan depan pabrik panasonic, serta satu di jalan Raya Parung Ciputat,” kata Ruslani.

Baca Juga: Macet Akibat Penutupan Jalan, Polisi: Untuk Sadarkan Masyarakat

Ruslani menjelaskan, untuk penyekatan dalam kota, pihaknya menghindari kendaraan untuk melintasi jalan Margonda Raya dengan dilakukan penyekatan-penyekatan di enam titik.

“Pertama di pertigaan kartini (Simpang Siliwangi), semua kendaraan yang masuk mengarah ke jalan Margonda (dari tole iskandar) ditutup, tidak boleh melintas jadi belok ke kiri,” kata Ruslani.

Selanjutnya, penyekatan dilakukan di pertigaan Dewi Sartika. Kendaraan yang melintas dari arah pasar lama tersebut, diarahkan langsung berbelok ke kanan untuk menuju Citayam.

“Dan terakhir pertigaan  GDC, yang dari Citayam tidak boleh lurus ke Margonda, harus turun belok kanan ke arah Cilodong,” kata Ruslani.

Baca Juga: Sejumlah Ruas Jalan Macet, Imbas Penyekatan PPKM Darurat

Ruslani menambahkan, untuk tiga titik di Akses UI yakni untuk melakukan penyekatan kendaraan yang masuk dari arah jalan Komjen M Jasin dan jalan Lenteng Agung.

Kendaraan yang terjebak macet di Jalan Raya Lenteng Agung akibat penyekatan di pintu masuk Depok tepatnya di flyover Akses UI, Senin 5 Juli 2021. Foto: Ade/Depoktoday
Kendaraan yang terjebak macet di Jalan Raya Lenteng Agung akibat penyekatan di pintu masuk Depok tepatnya di flyover Akses UI, Senin 5 Juli 2021. Foto: Ade/DepokToday

Ruslani mengatakan, tidak akan melonggarkan penyekatan di jalan meski terjadi kepadatan kendaraan dan kemacetan panjang. Baginya, kepadatan yang terjadi merupakan konsekuensi yang harus diterima apabila masyarakat tetap ingin beraktifitas ditengah pemberlakuan PPKM Darurat Jawa-Bali.

“Kepadatan adalah konsekuensi dari adanya penutupan, dengan kepadatan itu harapan saya masyarakat jadi tau bahwa ada pembatasan pergerakan, jadi tidak ada masalah, saya akan terus lanjutkan,” kata Ruslani.

Ruslani menambahkan, apabila masyarakat tidak ingin merasakan kemacetan panjang, maka dirinya meminta untuk tetap dirumah dan mematuhi aturan PPKM Darurat.

“Kami berharap dengan penyekatan ini masyarakat Depok menjadi tau, bahwa saat ini adalah masa PPKM Darurat, didalamnya isinya adalah membatasi kegiatan masyarakat,” kata Ruslani. (ade/*)